Gangguan Perkembangan Kognitif: Kurangnya asupan zat besi, yodium, dan asam lemak esensial (seperti DHA) mengganggu perkembangan otak janin, sehingga mempengaruhi tingkat kecerdasan dan kemampuan belajar anak di masa depan.
Dampak Buruk Kurang Gizi Bagi Kesehatan Ibu Hamil
Secara alami, tubuh ibu akan memprioritaskan pasokan gizi yang ada untuk janin. Namun, jika asupannya kurang, tubuh ibu sendiri yang akan “dikorbankan”, yang berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan berikut:
-
Anemia Berat: Kekurangan zat besi dan asam folat mengganggu pembentukan sel darah merah, membuat ibu merasa sangat lemas, pusing, pucat, dan mudah lelah.
-
Pendarahan Saat Melahirkan: Ibu hamil yang mengalami anemia berat berisiko tinggi mengalami perdarahan postpartum saat persalinan, yang menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu.
-
Sistem Imun Lemah: Tubuh menjadi rentan terhadap infeksi dan penyakit yang dapat memperburuk kondisi kehamilan.
-
Pemulihan Pascamelahirkan Lambat: Proses penyembuhan luka persalinan, baik operasi caesar maupun normal, memakan waktu lebih lama.
-
Kelemahan Otot dan Osteoporosis Dini: Kurangnya kalsium dan vitamin D memaksa tubuh mengambil cadangan kalsium dari tulang ibu, yang memicu pengeroposan tulang serta nyeri sendi.
-
Produksi ASI Tidak Optimal: Kekurangan nutrisi sejak masa kehamilan dapat menghambat persiapan kelenjar payudara dalam memproduksi ASI secara lancar setelah melahirkan.
