PurwakartaUpdate.com – Kehamilan merupakan salah satu fase paling krusial dalam kehidupan seorang wanita.
Pada masa ini, kebutuhan nutrisi ibu meningkat pesat karena tubuh bekerja keras mendukung tumbuh kembang janin di dalam kandungan.
Sayangnya, kondisi kurang gizi atau malnutrisi pada ibu hamil masih kerap terjadi. Baik disebabkan oleh asupan makanan yang tidak mencukupi, pola makan tidak seimbang, maupun gangguan penyerapan nutrisi, masalah ini adalah kondisi serius yang tidak boleh disepelekan.
Dampaknya tidak hanya dirasakan saat kehamilan, tetapi juga berpotensi memicu komplikasi jangka panjang bagi ibu dan anak.
Bahaya dan Dampak Kurang Gizi Bagi Janin
Janin mendapatkan seluruh pasokan gizi dan oksigen secara mutlak dari tubuh ibu melalui plasenta. Jika ibu mengalami kekurangan gizi, perkembangan janin akan terganggu secara langsung.
Beberapa risiko utama yang mengintai janin meliputi:
-
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR): Bayi berisiko lahir dengan berat di bawah 2,5 kg. Bayi BBLR umumnya memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sulit mengatur suhu tubuh, dan lebih rentan terhadap infeksi serius.
-
Ancaman Stunting (Tengkes): Kekurangan gizi sejak dalam kandungan merupakan faktor utama penyebab stunting. Anak yang mengalami stunting akan memiliki tinggi badan di bawah rata-rata usianya serta mengalami hambatan pertumbuhan fisik secara permanen.
-
Cacat Lahir (Defek Tabung Saraf): Defisiensi asam folat pada awal kehamilan dapat mengganggu pembentukan otak dan tulang belakang bayi, menyebabkan kondisi fatal seperti spina bifida atau anensefali.
-
Kelahiran Prematur: Kondisi tubuh ibu yang kurang nutrisi dapat memicu persalinan sebelum usia kehamilan 37 minggu.
-
Risiko Keguguran dan Stillbirth: Malnutrisi tingkat berat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan yang berisiko memicu keguguran atau bayi lahir mati (stillbirth).
