Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Hukum

Lahan Hutan Bambu Sukasari di Babad, Dedi Mulyadi: Saya Tidak Akan Tinggal Diam

By RedaksiJumat, 13 Agustus 2021

PURWAKARTAUPDATE.com | Ramai di media sosial munculnya video sosok berbaju putih dengan khas ikat putih di kepalanya marah besar dalam membela hak lahan kebun bambu milik seorang kakek tua renta. Ia tidak rela lahan bambu dijadikan kepentingan pihak perusahaan demi mengorbankan warga setempat yang susah payah bertahun tahun merawat dan menanami pohon bambu.

Sosok baju putih dengan khas ikatan di kepalanya itu tidak asing lagi dia adalah Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mantan Bupati Purwakarta.

Dedi Mulyadi yang akrab di panggil kang DM itu tidak terima begitu saja lahan bambu akan beralih fungsi menjadi kebun pisang.

Dedi Mulyadi adalah sosok seorang pejuang yang memainkan peran penting dalam pembangunan Kabupaten Purwakarta di era masa jabatannya. Ia hadir di tengah-tengah warga masyarakat Kecamatan Sukasari. Pasalnya, lahan penggarapan para petani akan di ubah fungsi yang tadinya hutan bambu menjadi perkebunan pohon pisang.

Setelah mengetahui ada pengaduan melalui telepon pihaknya bahwa hutan bambu di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta akan beralih fungsi menjadi kebun pisang.

Baca Juga:  Tinjau SPMB Jabar, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik

Seketika Dedi Mulyadi tidak tinggal diam, ia bergegas berangkat ke salah satu desa tersebut untuk melerai dan membela hak warga. Tidak sepatutnya pihak Perusahaan dan LMDH menebang kebun bambu dengan cara sepihak. Karena sudah jelas warga setempat tidak terima dan ingin tetap dilestarikan hutan bambu itu ,terlebih kebun bambu adalah bagian mata pencaharian warga setempat.

Saat dialog, terlihat dalam video akun Youtube nya berdurasi 29:08 detik sosok mantan Bupati Purwakarta itu Dedi Mulyadi bersama pihak perusahaan dan LMDH terlihat sangat emosional saat membela hak Warga Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. Pada Rabu 11 Agustus 2021.

Salah satu kakek tua renta Abah Adim yang didampingi Dedi Mulyadi, ia lemah tak berdaya tanaman bambu miliknya akan di babad habis alias di tebang oleh pihak perusahaan tanpa izin sepengetahuannya. Dedi Mulyadi tidak tinggal diam.

Saat dikonfirmasi Dedi Mulyadi sapaan akrab Kang DM itu menjelaskan bahwa betul salah satu Perusahaan dan LMDH bermaksud akan mengalihfungsikan lahan hutan bambu menjadikan lahan perkebunan pisang. Namun, tidak demikian caranya dengan seenaknya dan tidak izin terlebih dahulu kepada pemilik tanaman bambu tersebut. Meski itu lahan perhutani, setidaknya disitu ada warga yang senantiasa mengurus lahan garapan hingga ditanami pohon bambu selama bertahun tahun lamanya.

Baca Juga:  KDM Temui Menteri Ara, Pasokan Gentengisasi Juga Minta Dari Purwakarta

“Pohon bambunya akan di babad (di tebang) dan kemudian yang membabadnya orang lain berdasarkan investigasi yang saya lakukan itu pembabadnya di upah oleh perusahaan itu pengakuan dari mereka yang membabat. Artinya di situ kan ada mis, ko perhutanan sosial malah pihak swasta yang tampil, ini yang jadi pertanyaan saya.!,” ungkap Kang DM kepada awak media PurwakartaUpdate.

Lebih jelas Kang DM mengatakan, bahwa kalau melihat dari segi kontur tanah dan fungsi yang terbesar itu ya harus kita lindungi, sebab di situ ada bendungan Waduk Ir. H. Juanda (waduk jatiluhur) dan sekitarnya ada hutan yang harus dipertahankan hutannya baik bambu maupun pohon itu sendiri tidak boleh gundul karena kalau gundul tanahnya akan longsor, kalau longsor nanti mengancam ke bendungan itu.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ungkap THR PPPK Paruh Waktu Jabar Dibayar Kecil

Kalau kemudian membangun hutan menjadi pisang sedangkan sekarang beberapa pohon bambu hilang juga jalannya jadi longsor apalagi kalau semuanya. Dan yang kedua adalah Purwakarta akan kehilangan udara yang bersih, kemudian udara yang dingin, kemudian juga bencana yang akan ditimbulkan itu kan penting. Maka dari itu wajib kita pertahankan hutan bambu jangan sampai di tebang dan dialih fungsikan menjadi pohon pisang, paparnya.

“Saya mencoba untuk meminta kepada menteri untuk dibatalkan, karena kaidah-kaidah yang dilaksanakan sudah tidak sesuai lagi dengan kaidah-kaidah perhutanan sosial,” imbuhnya.

Sedangkan untuk Abah Adim salah satu pemilik garapan kebun bambu yang haknya dihilangkan oleh seseorang kini sudah melapor kepada pihak yang berwajib kepolisian Polres Purwakarta, tinggal pihak Polres yang akan menindaklanjuti.

“Saya akan kawal terus perkara ini hingga selesai,” tegas akhir Kang DM saat dikonfirmasi di Makodim 0619/Purwakarta pada Kamis 12 Agustus 2021.

Dedi Mulyadi Lahan Hutan Bambu Sukasari di Babad Saya Tidak Akan Tinggal Diam
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Tiga Terduga Pelaku Curanmor di SPPG Sukamanah, Bojong Diciduk Jatanras Polres Purwakarta

Minggu, 27 September 2026

Dugaan Pencemaran Lingkungan: Saluran IPAL Mie Gacoan Purwakarta Disegel Dinas Lingkungan Hidup

Kamis, 24 September 2026

Syarat Pencalonan Gibran Jadi Cawapres Digugat, MK Gelar Sidang Perdana Malam Ini

Senin, 21 September 2026

Polres Purwakarta Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan, 13 Kasus Berhasil Diungkap

Kamis, 3 September 2026
Leave A Reply

Are you human? Please solve:Captcha


Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.