“Masyarakat itu harus diedukasi, karena kalau buang sampah itu maunya instan,” ujarnya saat ditanyai mengenai efektivitas sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN.
Sekdes Tatang juga menilai kehadiran mahasiswa KKN turut membuka wawasan baru bagi warga desa, khususnya terkait nilai ekonomis yang terkandung dalam sampah apabila dikelola dengan baik.
Menurutnya, mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai manfaat pengelolaan sampah, sehingga sosialisasi yang diberikan dapat menjadi bekal baru bagi masyarakat.
“Karena memang di sampah itu ada nilainya, ada manfaatnya kalau bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
