Satu Liter Jelantah Rusak Satu Juta Liter Air
Berdasarkan paparan Kementerian Koperasi, skema bisnis pengumpulan jelantah dirancang saling menguntungkan.
Di samping memberikan dampak ekonomi insentif bagi warga, program ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya pembuangan limbah memasak secara sembarangan.
“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana mengajak masyarakat agar punya kesadaran terhadap lingkungan hidup. Minyak jelantah yang selama ini tidak pernah terpakai dan mereka buang, sekarang bisa dijual kepada kami melalui KDKMP dan selanjutnya dimanfaatkan dan diproses oleh PT Pertamina Patra Niaga,” tutur Ferry.
Dampak buruk jelantah terhadap ekosistem tidak bisa dipandang sebelah mata. Satu liter minyak jelantah yang dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah berpotensi mencemari hingga satu juta liter air bersih.
Oleh karena itu, keberhasilan program ini membutuhkan integrasi dan sinergi dari berbagai pihak.
Pengumpulan minyak jelantah akan menyasar berbagai sektor, mulai dari skala rumah tangga, warung makan, restoran, industri kecil, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pertamina Siap Olah Jelantah di Kilang Cilacap
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyambut baik kolaborasi bersama Kopdes Merah Putih.
Menurut Simon, pemanfaatan minyak jelantah merupakan wujud nyata komitmen Pertamina dalam memperluas transisi energi ramah lingkungan di tanah air.
Pertamina sendiri telah melakukan riset dan pengujian intensif pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan campuran avtur SAF selama beberapa tahun terakhir.
“Contoh yang sudah kami lakukan adalah di Pertamina kami sudah melakukan uji terbang beberapa tahun yang lalu dengan pesawat CN235.
Setelah itu dengan maskapai Garuda Indonesia, dan pada tahun 2025 kami sudah melakukan uji terbang dengan avtur yang telah kami campur untuk maskapai Pelita Air dari Jakarta menuju Denpasar dan Denpasar kembali ke Jakarta,” ungkap Simon.
Melalui sinergi bersama KDKMP di Banyumas, Pertamina memastikan ketersediaan pasokan bahan baku minyak jelantah untuk pengolahan avtur di dalam negeri akan semakin terjamin.
Minyak yang terkumpul dari masyarakat nantinya disalurkan langsung ke Kilang Pertamina Cilacap untuk diproses menjadi produk penerbangan bernilai tinggi.
“Kami akan terus mencari formula terbaik dan akan terus bekerja sama dengan KDKMP untuk sama-sama mengumpulkan minyak jelantah kemudian kita manfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai di kilang Pertamina,” pungkas Simon.***
