Ivonne Anggraini, Director PT Graha Buana Cikarang, menekankan pentingnya integrasi ini: “Konektivitas yang didukung oleh transportasi umum menjadi pondasi utama dalam membangun ekosistem hunian yang berkelanjutan. Kemudahan akses ke stasiun KRL serta berbagai moda transportasi publik lainnya memungkinkan masyarakat beraktivitas dengan lebih efisien, meningkatkan kualitas hidup, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan nilai kawasan. Inilah komitmen Jababeka dalam mengembangkan sebuah kota yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan kemudahan mobilitas bagi seluruh masyarakat.”
Tren pasar properti juga mendukung perkembangan ini. Laporan JLL (2024) mencatat tingkat penyerapan rumah tapak di Jabodetabek mencapai sekitar 87%, sementara Colliers melaporkan serapan apartemen di DKI Jakarta sekitar 79% pada 2025, dengan pasokan baru yang lebih berfokus ke daerah pinggiran berakses transportasi baik.
Di sisi kelayakan hunian, tantangan masih ada. Laporan BPS DKI Jakarta 2022 menunjukkan hanya sekitar 37% rumah tangga di ibu kota yang menempati rumah layak huni. Kondisi ini semakin memperkuat relevansi hunian modern di kawasan timur.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pilihan hunian di kawasan ini, dapat mengunjungi jababekaresidence.com.
