Dinamika Suku Bunga dan Imbal Hasil Obligasi
Gubernur The Fed, Christopher Waller, sebelumnya mengungkapkan bahwa kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS belakangan ini lebih merefleksikan penguatan pertumbuhan ekonomi domestik, ketimbang lonjakan ekspektasi inflasi.
Menurutnya, ekspektasi inflasi saat ini masih berada dalam batas yang terkendali.
Kendati demikian, emas sebagai aset tanpa imbal hasil tetap cenderung tertekan di tengah bayang-bayang lingkungan suku bunga tinggi.
Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober ini hanya sebesar 19%.
Namun, ekspektasi tersebut melonjak drastis hingga mencapai 88% untuk peluang kenaikan pada bulan Desember mendatang.
Di sisi lain, pergerakan dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terpantau mulai terkoreksi dari level tertingginya, meski posisinya masih bertahan di level yang relatif tinggi.
Senada dengan logam mulia, harga minyak mentah dunia juga turut melemah dan berada di jalur penurunan pertamanya dalam hampir sepekan terakhir.
