PurwakartaUpdate.com – Musim hujan sering kali membawa berkah berupa udara yang sejuk dan kesegaran alam setelah kemarau panjang.
Namun, di sisi lain, kondisi ini juga meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit berbahaya yang dapat mengancam kesehatan Anda dan keluarga.
Genangan air, tingkat kelembapan udara yang tinggi, serta sanitasi yang kurang baik menciptakan lingkungan yang ideal bagi kuman, bakteri, virus, serta vektor penyakit untuk berkembang biak dengan cepat.
Agar Anda dan keluarga tetap terlindungi, penting untuk mengenali berbagai ancaman kesehatan yang kerap muncul selama musim penghujan.
Berikut adalah 5 penyakit utama yang paling sering mengintai saat musim hujan, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Leptospirosis yang perlu diwaspadai karena berisiko berakibat fatal:
1. Demam Berdarah Dengue (DBD)
-
Penyebab: Virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
-
Mengapa Berbahaya: Nyamuk ini berkembang biak di genangan air bersih di sekitar rumah, seperti pada bak mandi, vas bunga, talang air, atau barang-barang bekas yang menampung air hujan. Pada kasus yang parah, DBD dapat berkembang menjadi Dengue Shock Syndrome (DSS), yang memicu penurunan tekanan darah secara drastis, kegagalan organ, hingga berujung pada kematian jika terlambat mendapatkan penanganan medis.
-
Gejala Utama: Demam tinggi mendadak yang bisa mencapai suhu 40°C, sakit kepala berat, nyeri di bagian belakang mata, nyeri otot dan sendi, serta munculnya bintik-bintik merah pada permukaan kulit.
2. Leptospirosis
-
Penyebab: Bakteri Leptospira yang disebarkan melalui urin hewan, terutama tikus.
-
Mengapa Berbahaya: Saat banjir atau genangan air melanda lingkungan pemukiman, urin tikus yang tercampur di dalam air dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka terbuka di kulit, kulit yang terendam air terlalu lama, atau melalui selaput lendir seperti mata dan mulut. Penyakit ini menyerang organ vital manusia seperti ginjal dan hati, serta berpotensi menyebabkan gagal ginjal akut.
-
Gejala Utama: Demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot parah (khususnya di bagian betis), mata tampak kemerahan, mual, muntah, hingga kulit menguning (jaundice).
1 2
