3. Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan
-
Penyebab: Bakteri, virus, atau parasit berbahaya (seperti E. coli atau Rotavirus) yang mencemari sumber air minum dan makanan akibat luapan air banjir atau limbah kotor.
-
Mengapa Berbahaya: Meskipun terlihat umum, diare yang parah dapat memicu dehidrasi berat dalam waktu singkat. Kondisi ini sangat berbahaya bagi anak-anak maupun orang dewasa jika cairan tubuh yang hilang tidak segera digantikan.
-
Gejala Utama: Buang air besar dengan konsistensi cair lebih dari tiga kali sehari, kram perut yang mengganggu, mual, muntah, serta terkadang disertai demam ringan.
4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
-
Penyebab: Berbagai jenis virus dan bakteri yang sangat mudah menyebar melalui udara bebas. Kondisi ini diperparah oleh suhu lingkungan yang lebih dingin dan kelembapan tinggi selama musim hujan, yang secara alami dapat menurunkan daya tahan tubuh manusia.
-
Mengapa Berbahaya: Penyakit seperti influenza, batuk pilek, bronkitis, hingga pneumonia dapat menyebar dengan sangat cepat, terutama di ruangan tertutup atau lingkungan pemukiman yang padat penduduk.
-
Gejala Utama: Sering bersin, hidung tersumbat atau berair, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, dan demam.
5. Penyakit Kulit (Infeksi Jamur dan Bakteri)
-
Penyebab: Paparan air kotor, lumpur sisa banjir, atau kelembapan berlebih yang membuat kulit sering kali berada dalam kondisi basah dalam waktu lama.
-
Mengapa Berbahaya: Genangan air kotor di jalanan atau area perumahan sarat akan kuman yang memicu infeksi kulit sekunder, dermatitis kontak, kutu air (tinea pedis), hingga timbulnya bisul yang menyakitkan.
-
Gejala Utama: Rasa gatal yang intens, kemerahan pada kulit, kulit mengelupas, munculnya bercak putih atau bersisik di sela-sela jari kaki, serta rasa perih saat tersentuh.
Langkah Pencegahan yang Efektif
Untuk meminimalisir risiko terserang berbagai penyakit di atas, Anda dapat menerapkan beberapa langkah pencegahan preventif berikut ini:
-
Terapkan 3M Plus untuk Mencegah DBD: Menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas, serta menggunakan kelambu tidur atau losion anti nyamuk.
-
Waspadai Genangan Air Banjir: Hindari berjalan bertelanjang kaki di area genangan air atau banjir. Selalu gunakan sepatu bot pelindung dan sarung tangan karet jika terpaksa harus beraktivitas di area basah atau tercemar, terutama bagi Anda yang memiliki luka terbuka.
-
Jaga Kebersihan Makanan dan Minuman: Pastikan air minum dimasak hingga benar-benar matang, selalu cuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, dan pastikan lingkungan rumah terbebas dari sarang tikus.
-
Konsumsi Makanan Bergizi dan Vitamin: Perkuat sistem kekebalan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang serta vitamin tambahan agar tidak mudah terserang ISPA maupun infeksi lainnya.
Segera kunjungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti puskesmas atau klinik dokter, apabila Anda atau anggota keluarga menunjukkan gejala-gejala penyakit di atas terutama jika demam tinggi tidak kunjung turun setelah beberapa hari perawatan mandiri di rumah.***
