PurwakartaUpdate.com — Memasuki awal bulan, dinamika harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali menjadi sorotan utama para pengendara di Tanah Air.
Terhitung mulai Minggu, 1 November 2026, sejumlah penyesuaian dan rincian harga BBM dari berbagai badan usaha seperti Pertamina, Shell, BP-AKR, hingga Vivo resmi dirilis ke publik.
Berdasarkan pantauan terkini di lapangan, harga BBM nonsubsidi jenis bensin dengan kadar oktan RON 92 di Pertamina, yakni Pertamax, dibanderol seharga Rp 15.950 per liter untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Sementara itu, kompetitor swasta seperti BP-AKR dan Vivo mematok produk setara RON 92 mereka di angka Rp 16.130 per liter.
Di sisi lain, tren kenaikan yang cukup signifikan terlihat pada jajaran produk bahan bakar diesel nonsubsidi.
Varian diesel dari berbagai merek kini terpantau melonjak hingga menembus angka Rp 25 ribuan per liter.
Shell V-Power Diesel, BP Ultimate Diesel, serta Vivo Diesel Primus kompak dipatok pada harga Rp 25.420 per liter hari ini.
Rincian Lengkap Harga BBM Pertamina Hari Ini
Bagi masyarakat pengguna setia produk pelat merah, Pertamina menetapkan banderol harga yang stabil untuk produk subsidi maupun nonsubsidi di awal bulan ini.
Untuk jenis BBM bersubsidi, Pertalite tetap dipertahankan pada harga Rp 10.000 per liter dan Biosolar subsidi seharga Rp 6.800 per liter.
Sementara untuk jajaran produk nonsubsidi Pertamina di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, rincian harganya adalah sebagai berikut:
-
Pertamax (RON 92): Rp 15.950 per liter
-
Pertamax Green 95: Rp 19.150 per liter
-
Pertamax Turbo (RON 98): Rp 19.600 per liter
-
Dexlite: Rp 23.700 per liter
-
Pertamina Dex: Rp 25.200 per liter
Perlu dicatat bahwa besaran harga BBM Pertamina di berbagai daerah bisa menunjukkan variasi atau selisih harga.
Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan penetapan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang diberlakukan oleh masing-masing pemerintah daerah setempat.
Sebagai contoh, untuk wilayah Aceh, harga Pertamax tercatat sedikit lebih tinggi yakni Rp 16.200 per liter, sedangkan di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Sabang, harga jual Pertamax jauh lebih terjangkau di angka Rp 14.950 per liter.
