PurwakartaUpdate.com – Musim penghujan yang kerap disertai genangan air dan banjir tahunan tidak hanya membawa ancaman demam berdarah, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit infeksi berbahaya yang sering diabaikan, yaitu leptospirosis.
Penyakit zoonosis ini dikenal luas sebagai penyakit akibat paparan urine hewan yang terinfeksi, khususnya tikus.
Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai pola penularan serta langkah mitigasi dini menjadi kunci utama untuk melindungi kesehatan diri dan keluarga.
Memahami Apa Itu Leptospirosis dan Jalur Penularannya
Leptospirosis adalah penyakit infeksi zoonosis yang disebabkan oleh bakteri genus Leptospira.
Bakteri ini dapat bertahan hidup di dalam air atau tanah yang telah tercemar oleh urine hewan terinfeksi terutama tikus dalam jangka waktu yang relatif lama.
Ketika curah hujan meningkat dan menyebabkan banjir atau genangan air di berbagai wilayah permukiman, risiko kontak antara manusia dan bakteri ini melonjak secara signifikan.
Penyebaran bakteri ini ke dalam tubuh manusia umumnya terjadi melalui celah-celah kulit yang terluka, goresan kecil, atau melalui selaput lendir seperti mata dan hidung ketika seseorang beraktivitas di dalam air kotor tanpa perlindungan yang memadai.
Langkah Pencegahan Utama untuk Melindungi Diri
Untuk menekan risiko penularan infeksi ini, masyarakat diimbau untuk menerapkan protokol perlindungan dan kebersihan lingkungan secara disiplin, terutama saat musim hujan tiba.
1. Perlindungan Diri dari Kontak Air Kotor
-
Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Kenakan sepatu boot karet tinggi dan sarung tangan karet saat harus beraktivitas di area banjir, genangan air, lumpur, atau ketika membersihkan saluran air serta selokan yang mampet.
-
Hindari Genangan Air: Sebisa mungkin hindari kebiasaan berjalan tanpa alas kaki, berenang, atau bermain di genangan air kotor sisa banjir.
-
Rawat dan Tutup Luka: Bersihkan luka terbuka atau goresan kulit sekecil apa pun menggunakan antiseptik, lalu tutup rapat menggunakan plester kedap air sebelum Anda beraktivitas di luar rumah.
2. Kebersihan Diri, Makanan, dan Minuman
-
Cuci Tangan dan Kaki dengan Sabun: Biasakan mencuci tangan serta kaki menggunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas di luar ruangan, kontak dengan air banjir, atau sebelum mengonsumsi makanan.
-
Simpan Makanan dan Minuman dengan Aman: Tutup rapat seluruh bahan makanan dan simpan di dalam wadah keras yang tertutup rapat agar tidak mudah dijangkau atau dicemari oleh kotoran maupun air kencing tikus.
-
Cuci Peralatan Makan: Bersihkan selalu peralatan makan serta bahan makanan segar menggunakan air bersih yang mengalir sebelum diolah atau dikonsumsi.
3. Pengendalian Tikus dan Sanitasi Lingkungan
-
Basmi dan Cegah Sarang Tikus: Jaga kebersihan area rumah dan perkantoran secara berkala. Pasang perangkap atau lakukan pembasmian tikus secara aman jika populasi hewan pengerat ini mulai tidak terkendali.
-
Kelola Sampah dengan Baik: Buang sampah dapur secara rutin dan jangan biarkan menumpuk terlalu lama di sudut rumah, sebab tumpukan sampah merupakan daya tarik utama bagi tikus untuk bersarang.
-
Desinfeksi Area Berisiko: Bersihkan sudut-sudut rumah, lantai, atau area yang terindikasi sering dilalui tikus menggunakan cairan desinfektan atau karbol secara rutin.
1 2
