PurwakartaUpdate.com — Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan underpass di Kota Cimahi.
Langkah tegas ini diambil untuk memastikan dua hal krusial: kelancaran proyek strategis pengurai kemacetan lalu lintas dan perlindungan menyeluruh terhadap hak-hak normatif para pekerja konstruksi di lapangan.
Kehadiran sosok pimpinan Jawa Barat ini memberikan sinyal kuat bahwa pembangunan infrastruktur di wilayahnya tidak boleh mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan buruh.
Dialog Langsung dan Soroti Nominal Upah Pekerja
Di tengah hamparan material bangunan dan hiruk-pikuk alat berat, KDM menyempatkan diri menyapa dan berdialog secara hangat dengan jajaran pekerja.
Mulai dari pekerja kasar, tukang batu, hingga tenaga ahli pemasangan baja tidak luput dari sapaan Gubernur Jabar tersebut.
Fokus utama KDM dalam dialog interaktif tersebut adalah untuk memverifikasi langsung nominal upah harian yang diterima para pekerja secara riil di lapangan.
Dikutip dari kanal YouTube/Kang Dedi Mulyadi Dari hasil tanya jawab mendalam, diketahui bahwa besaran upah harian para pekerja dan tukang di proyek underpass Cimahi berada pada rentang Rp110.000 hingga Rp150.000 per hari.
Menerima laporan tersebut, KDM memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran manajemen, mulai dari kontraktor pelaksana hingga mandor proyek.
“Dalam proyek konstruksi, mengurangi atau menurunkan komponen upah kerja itu tidak boleh. Kalau memang dari awal tidak sanggup dengan nilai penawaran tersebut, jangan ditekan ke bawah,” tegas Kang Dedi Mulyadi di lokasi proyek.
