Purwakartaupdate.com, Purwakarta – Bagian dari gerakan peduli lingkungan sekaligus mendukung kreativitas dan potensi lokal, mahasiswa Kelompok 10 Kuliah Praktek dan Pengabdian kepada Masyarakat (KPPM), STIE Wikara 2026 menggelar Local Fusion & Eco-Fashion di Desa Pawenang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, pada Senin, 27 Juli 2026.
Kegiatan bertajuk ‘Mengolah Limbah, Mengemas Marwah, Menjemput Berkah’ menjadi langkah kecil serta kontribusi nyata mahasiswa untuk lingkungan yang lebih lestari.
Ketua Kelompok 10 KPPM STIE Wikara 2026, Cep Irfan Nurjaman mengatakan Local Fusion & Eco-Fashion ini adalah sebuah rangkaian acara yang menggabungkan edukasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Dalam kegiatan ini kami lakukan berbagai kegiatan seperti pelatihan pengemasan produk dan pemasaran digital, belajar mengolah limbah organik menjadi kompos yang bermanfaat, bazar UMKM Desa Pawenang yang menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat, serta lomba fashion show anak bertema ramah lingkungan,” ucap Cep Irfan.
Untuk pelatihan pengemasan produk dan pemasaran digital, kata dia, pihaknya menggandeng narasumber berkompeten yakni, Rikma Inayah yang merupakan Owner PT. Anugerah Mahkota Bumi.
Kemudian, lanjut Cep Irfan, kegiatan mengolah limbah organik menjadi kompos disampaikan langsung, Muhamad Ahmad Yani yang merupakan Ketua Bank Sampah Induk Kabupaten Purwakarta.
“Pelatihan pengemasan produk dan pemasaran digital ini sebagai bentuk dukungan, Kami Mahasiswa KPPM STIE Wikara terhadap pelaku usaha kecil agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasaran,” ucapnya.
Sedangkan, untuk kegiatan belajar mengolah limbah organik menjadi kompos, Cep Irfan menyebut, sebagai stimulan agar masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
