Purwakartaupdate.com, Purwakarta – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti lemahnya sistem pengawasan di kawasan Bendungan Jatiluhur usai memantau perkembangan penyelidikan dugaan kasus pembunuhan seorang petugas keamanan di Mapolres Purwakarta, Senin (27/7/2026).
Menurut Dedi, kawasan Bendungan Jatiluhur yang dikelola Perum Jasa Tirta (PJT) II merupakan objek vital nasional sehingga seharusnya memiliki sistem keamanan yang memadai.
Ia menilai pengawasan di kawasan tersebut masih perlu dievaluasi, terutama terkait belum optimalnya penggunaan kamera pengawas (CCTV) dan sistem pemantauan terpadu.
“Bendungan Jatiluhur memiliki fungsi yang sangat vital. Seharusnya ada CCTV di titik-titik penting dan memiliki command center yang dipantau selama 24 jam. Dengan begitu setiap aktivitas dapat terawasi dan potensi ancaman bisa segera terdeteksi,” ujar Dedi.
