Ia meminta PJT II segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dengan memperkuat pengawasan berbasis teknologi, termasuk pemasangan CCTV di titik-titik strategis serta pembangunan command center yang beroperasi selama 24 jam.
Dedi menilai pengawasan berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak untuk mengantisipasi berbagai ancaman, tidak hanya tindak kriminal seperti pembunuhan, tetapi juga kemungkinan adanya tindakan yang dapat membahayakan keamanan objek vital nasional.
Selain menyoroti sistem pengawasan, Dedi juga meminta kepolisian segera menuntaskan penyelidikan dugaan pembunuhan petugas keamanan tersebut agar memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi masyarakat.
Ia berharap evaluasi sistem keamanan di Bendungan Jatiluhur segera dilakukan sehingga kawasan tersebut memiliki sistem pengawasan yang lebih modern, terintegrasi, dan mampu mencegah berbagai potensi gangguan keamanan di masa mendatang. (Red)
