Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

751 Sekolah Swasta Jabar Siap Tampung Siswa yang Tak Masuk Negeri

Senin, 15 Juni 2026

Ratusan Jemaah Haji Kloter 12 KJT Tiba Di Purwakarta, Satu Orang Masih Dirawat Di Arab Saudi

Rabu, 10 Juni 2026

Dedi Mulyadi Bakal Prioritaskan Pembangunan Mushola di Jawa Barat

Sabtu, 13 Juni 2026

Tinjau SPMB Jabar, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik

Rabu, 10 Juni 2026

Bentuk Pelayanan Masyarakat, Polres Purwakarta Tempatkan Personel Sambut Kepulangan Jemaah Haji

Rabu, 10 Juni 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Ragam

PT WIKA Abaikan Kesepakatan Warga, Akibat Aktivitasnya Sejumlah Warga Mengalami Kerugian

By RedaksiRabu, 11 Agustus 2021

PURWAKARTAUPDATE.com | Puluhan warga Kampung Neglasari dari mulai warga Rt 9,10 dan 11 Rw 02 Desa Jatiluhur, Purwakarta tadi siang geruduk Kantor Cabang PT. Wijaya Karya (Persero) di Jl.Ir H.Juanda Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Pasalnya, Pembangunan proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) oleh PT WIKA menuai konflik dan efek signifikan bagi pemukiman dan ladang sawah warga setempat.

Maksud dan tujuan kedatangan warga setempat berkaitan dengan adanya aktivitas proyek KCIC (Kereta Cepat Indonesia China). Di Dk 69 s/d 70 yang mengakibatkan kerusakan rumah penduduk hingga gagalnya bertani.

Alam, selaku Ketua Karang Taruna Desa Jatiluhur saat dikonfirmasi mengatakan, kedatangan warga ini atas inisiatif warga sendiri. Sebab, warga sudah kesal dan khawatir akibat dari berbagi dampak aktivitas Proyek KCIC, ujarnya.

Baca Juga:  Program Makan Bergizi Gratis Segera Hadir di Sukasari, Hadirkan Dapur Komunitas dan Layanan Gizi

“Dampak dari aktivitas itu, sekitar 50 warga setempat tidak bisa menanam padi akibat tersendatnya aliran air dikarenakan terhalang puing-puing bebatuan akibat proyek tersebut. Dan sebagian rumah warga pun mengalami kerusakan hingga ambruk terkena longsor akibat dari getaran pemasangan paku bumi,” kata Alam selaku Ketua Karang Taruna.

Lebih lanjut ia katakan, kedatangan hari ini warga menuntut kepada Direksi PT. WIKA agar segera merealisasikan tuntutannya bagi warga yang terkena dampak. Sebab, dari awal berlangsung proyek sudah dilakukan koordinasi namun kesepakatan yang dibuat hingga kini belum terealisasi, ungkapnya. Rabu (11/8/2021).

Baca Juga:  Rekayasa One Way Kembali Diberlakukan di Km 70 Tol Cikampek Utama, Berikut Jadwalnya

Sementara, Ujang (53) salah satu warga menjelaskan, kerusakan rumah dan sawahnya ini sebenarnya telah terjadi pada pertengahan awal proyek berjalan. Saat itu, ada pembuatan jalan untuk kereta cepat yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga ini.

“Disinyalir, kerusakan ini disebabkan bergesernya tanah karena getaran dari aktivitas proyek tersebut, akibatnya beberapa rumah roboh dan lahan sawah pun menjadi rata dengan tanah sehingga tidak bisa ditanami padi,” jelas Ujang.

Diwaktu yang sama salah satu anggota DPRD Kabupaten Purwakarta angkat bicara soal aktivitas PT WIKA. Asep berkata bahwa ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena ini menyangkut dengan pemukiman dan mata pencaharian warga setempat bagi yang bertani,

Baca Juga:  Akses Jalan Provinsi Purwakarta - Cianjur Tertutup Longsor, BPBD Lakukan Penanganan Cepat

“Sangat menyayangkan sikap dari PT. WIKA itu, seharusnya PT tersebut cepat tanggap dan segera merealisasikan apa yang menjadi tuntutan warga, tidak dibiarkan begitu saja, apalagi ini sudah ada koordinasi sebelumnya,” jelas Asep.

Asep berjanji permasalahan ini akan disampaikan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, jangan hanya karena dalih ini proyek nasional, lalu pemerintah sewenang-wenang pada warga. Pemerintah daerah harus cepat cari solusi dan mengkoordinasikan hal ini dengan para pihak terkait, demikian Asep Candra. (Pul)

Akibat Aktivitasnya PT WIKA Abaikan Kesepakatan Warga Sejumlah Warga Mengalami Kerugian
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Dedi Mulyadi Bakal Prioritaskan Pembangunan Mushola di Jawa Barat

Sabtu, 13 Juni 2026

Kemenhaj Purwakarta Ungkap Kondisi Jemaah Yang Masih Dirawat Di Arab Saudi

Jumat, 12 Juni 2026

Perkuat Pemberantasan Narkoba, Polres Purwakarta Gelar Sosialisasi P4GN Di Markas TNI

Kamis, 11 Juni 2026

Mekanisme PAW Sesuai PKPU Nomor 3 Tahun 2025 Di Sosialisasikan KPU Purwakarta

Kamis, 11 Juni 2026
Leave A Reply

Are you human? Please solve:Captcha


Terpopuler

751 Sekolah Swasta Jabar Siap Tampung Siswa yang Tak Masuk Negeri

Senin, 15 Juni 2026

Ratusan Jemaah Haji Kloter 12 KJT Tiba Di Purwakarta, Satu Orang Masih Dirawat Di Arab Saudi

Rabu, 10 Juni 2026

Dedi Mulyadi Bakal Prioritaskan Pembangunan Mushola di Jawa Barat

Sabtu, 13 Juni 2026

Tinjau SPMB Jabar, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik

Rabu, 10 Juni 2026

Bentuk Pelayanan Masyarakat, Polres Purwakarta Tempatkan Personel Sambut Kepulangan Jemaah Haji

Rabu, 10 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.