“Dengan jalan kaki sepanjang seribu kilometer dalam kondisi sakit, ditempuh selama tujuh bulan. Ini kisah nyatanya. Jadi ini bukti sejarahnya, tandu ini,” ujarnya.
Perjalanan Gerilya Berlangsung Tujuh Bulan
Perjalanan gerilya Jenderal Sudirman dimulai dari Yogyakarta pada 22 Desember 1948. Perjalanan panjang itu kemudian mencapai tahap akhir pada 8–10 Juli 1949, sebagaimana dijelaskan dalam keterangan yang dikutip dari pihak museum.
Kisah tersebut menjadi gambaran bagaimana Sudirman tetap menjalankan perjuangan di tengah keterbatasan fisik dan situasi perang yang sulit.
Untuk membantu pengunjung memahami perjalanan tersebut, Museum Satria Mandala juga menampilkan peta besar yang menggambarkan rute gerilya Sudirman.
Peta dan tandu itu menjadi bagian dari koleksi yang mengajak pengunjung mengenal lebih dekat perjuangan para tokoh militer dalam mempertahankan kemerdekaan.
Bisa Dilihat di Museum Satria Mandala
Tandu bersejarah tersebut kini menjadi salah satu koleksi yang dapat dijumpai pengunjung Museum Satria Mandala.
Museum ini berada di Jalan Gatot Subroto Nomor 14, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Selain tandu Jenderal Sudirman, museum ini menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah perjuangan dan perkembangan Tentara Nasional Indonesia.
Bagi pengunjung yang ingin mengenal sejarah Indonesia melalui benda peninggalan masa perjuangan, koleksi tandu ini menjadi salah satu objek yang menarik untuk dilihat.
Melalui benda sederhana tersebut, pengunjung dapat menelusuri kembali kisah perjalanan gerilya Jenderal Sudirman yang berlangsung dalam kondisi penuh keterbatasan.
