Pengelola Jalatunda Camp Site, Rimansah mengatakan, Jalatunda Camp Site berada di tengah hamparan rumput hijau dengan latar persawahan dan perbukitan. Setiap kavling memiliki ruang yang cukup lega sehingga pengunjung tetap merasa nyaman.
“Nama jalatunda ini dalam bahasa sanskerta diartikan mata air. Maka dari itu daya tarik utama Jalatunda Camp Site dibanding tempat lain yaitu adanya kolam alami. Kolam ini mendapat pasokan air langsung dari mata air pegunungan sehingga airnya sangat jernih, dingin, dan menyegarkan,” Ucap Riman, pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Pengelola Jalatunda menerapkan aturan untuk tidak menggunakan speaker atau pengeras suara. Konsep ini membuat suasana camping tetap tenang dan cocok bagi wisatawan yang ingin healing.
“Di Jalatunda kami melarang adanya penggunaan pengeras suara ataupun alat musik. Kami ingin memberikan susana liburan tenang dan biarkan alam yang bernyanyi,” Ungkapnya.
Saat pagi hari, pengunjung dapat menikmati kabut tipis yang menyelimuti persawahan dengan udara yang sejuk khas kaki Gunung Burangrang.
Selain camping, kata Riman, tersedia area bermain air, sungai kecil, dan kolam ikan sehingga anak-anak memiliki banyak aktivitas selama berlibur.
“Ada 32 kapling yang kami sediakan di Jalatunda Camp Site. Harga camping di sini sekitar Rp 250 ribu rupiah hingga Rp. 350 ribu rupiah per kavling. Pengunjung juga dapat memilih paket glamping atau penyewaan tenda lengkap. Fasilitas di Jalatunda Camp Site cukup lengkap, mulai dari area camping, glamping, toilet dan kamar mandi, mushola, area parkir, listrik, kitchen sink, penyewaan tenda dan perlengkapan camping, hingga kolam mata air alami,” jelas Riman.
Dengan konsep wisata alam yang nyaman dan fasilitas yang terus dikembangkan, Jalatunda Camp Site berpotensi menjadi salah satu destinasi camping favorit di Kabupaten Purwakarta. (*)
