Kades menyebut, pengembangan Gunung Rahayu tidak hanya bertujuan sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai media edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Tujuan utamanya yakni menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Kalau kita menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kita,” jelasnya.
Ia menjelaskan, konsep wisata yang diusung mengedepankan kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan, termasuk area ground camping untuk mendorong interaksi langsung dengan alam secara bertanggung jawab.
“Gunung Rahayu ini dikenal dengan suasananya yang sejuk, nyaman, dingin dan juga jauh dari hiruk pikuk perkotaan, jadi cocok banget untuk camping bersama teman maupun keluarga. Ketika langit cerah, wisatawan dapat menyaksikan taburan bintang yang menghiasi langit malam serta gemerlap lampu kota Purwakarta. Sementara pada siang hari, perbukitan hijau yang membentang menjadi latar sempurna untuk berburu foto,” Tutur Dedi.
Dedi mengakui sejumlah fasilitas pendukung, seperti MCK, jaringan air bersih, dan listrik, masih dalam tahap pengembangan. Pemdes Bojong Timur telah berkoordinasi dengan pemerintah maupun pihak lainnya agar pembangunan fasilitas tersebut dapat segera direalisasikan.
“Untuk saat ini tersedia 5 toilet umum, satu musala, serta empat area cuci piring bagi pengunjung agar tetap merasa nyaman saat menginap,” ucap Dedi.
Salah seorang pengunjung, Anis, warga Kabupaten Purwakarta, mengaku terkesan dengan keindahan alam yang disuguhkan Gunung Rahayu.
Menurutnya, keberadaan destinasi tersebut menjadi alternatif wisata alam yang menarik tanpa harus pergi jauh dari pusat kota.
“Seru banget. Di Kabupaten Purwakarta ternyata ada wisata alam yang indah. Tiket masuknya cuma Rp. 10.000 dan parkir motor cuma Rp5.000. Ya worth it lah, kita juga dapat pemandangan yang indah banget dan tentunya malas pulang kalau sudah di Gunung Rahayu ini,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Rendi, mengatakan perjalanan menuju puncak cukup nyaman karena jalurnya tidak terlalu terjal. Dengan berjalan kaki, puncak Gunung Rahayu dapat dicapai dalam waktu sekitar 30 menit.
“Jalur pendakian yang ramah bagi pemula, serta tiket masuk yang sangat ramah di kantong. Di perjalanan ada tiga pos untuk istirahat. Di setiap pos juga tersedia pedagang yang menjual kopi, minuman, dan makanan ringan. Harga makanan ringan maupun kopi pun tidak begitu mahal,” katanya.
Dengan panorama alam yang memikat, akses yang mudah, serta dukungan penuh masyarakat, Gunung Rahayu dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu destinasi wisata unggulan baru di Kabupaten Purwakarta.
Kehadiran wisata ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian warga sekitar melalui sektor pariwisata, UMKM, dan jasa pendukung lainnya. (*)
