Para turis yang berkunjung ke Eje Cafetero tidak hanya disuguhkan olahan espresso atau manual brew di kedai modern. Mereka diundang untuk menyusuri hamparan hijau perkebunan kopi dan menyaksikan langsung alur panen hingga sangrai.
Bahkan, penyedia tur setempat memfasilitasi wisatawan untuk merasakan pengalaman memetik buah kopi secara langsung bersama keluarga petani lokal.
Daya tarik Eje Cafetero kian lengkap dengan keberadaan wilayah Salento. Di samping perkebunan kopi yang legendaris, wisatawan dimanjakan oleh lanskap alam hutan berkabut yang asri serta deretan pohon palem Wax Palm khas Kolombia.
Ho Chi Minh Menjadi Wakil Tunggal Asia Tenggara
Mengisi urutan kedua, Kota Ho Chi Minh di Vietnam sukses meraih skor 66,8. Hasil ini mengukuhkan Ho Chi Minh sebagai satu-satunya wakil dari kawasan Asia Tenggara yang berhasil menembus jajaran 10 besar destinasi kopi terbaik dunia versi Holafly.
Kultur kopi di Ho Chi Minh menawarkan keunikan yang sangat beragam. Kota ini tersohor dengan karakter biji kopi Robusta bernuansa kuat, yang dipadukan secara apik bersama menjamurnya kedai kopi kekinian di tiap sudut kota. Wisatawan dapat menikmati sajian es kopi susu manis khas Vietnam (Caphé Sữa Đá) dengan harga yang sangat terjangkau.
Atmosfer ngopi di kota ini pun sangat inklusif. Wisatawan bebas memilih untuk meresapi kearifan lokal di atas kursi plastik kecil tepi jalan, atau bersantai di kafe modern yang sejuk dan berdesain estetis.
Fleksibilitas ini menjadikan Ho Chi Minh magnet kuat bagi wisatawan yang ingin merasakan tradisi ngopi otentik sekaligus mengamati pesatnya evolusi gaya hidup perkotaan.
Berbagai destinasi dalam Holafly Coffee Travel Index tersebut membuktikan bahwa kopi telah menjadi jembatan budaya yang menghubungkan wisatawan dengan identitas suatu daerah.
Dari lanskap pegunungan Kolombia hingga keriuhan jalanan Vietnam, mana destinasi wisata kopi yang paling ingin Anda kunjungi?***
