Membangun Jembatan Komunikasi
Ruang Bertaut tidak mengemas gerakannya sebagai seminar satu arah. Pembelajaran justru dibangun melalui pengalaman langsung agar Teman Tuli dan Teman Dengar dapat sama-sama aktif dalam proses interaksi.
Pengenalan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) menjadi salah satu bagian dari edukasi yang dikembangkan, sekaligus menjadi upaya memperkenalkan cara berkomunikasi dengan Teman Tuli kepada masyarakat luas.
Ruang Bertaut juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas, akademisi, media partner, maupun pihak lain yang memiliki perhatian terhadap isu inklusi sosial.
Bagi Nazwa, menghadirkan lingkungan yang inklusif tidak harus selalu dimulai dengan sesuatu yang besar. Ruang kecil yang mempertemukan orang-orang berbeda dan memberi kesempatan untuk saling mengenal dapat menjadi langkah awal untuk membangun pemahaman yang lebih luas.
