Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Ragam

Suara yang Dibungkam: Kisah Shela dan Komentar Seksis Pasca Aksi ‘Indonesia Gelap’ di Purwakarta

By RedaksiKamis, 27 Februari 2025
Ilustrasi seorang aktivis perempuan menyuarakan aspirasinya di ruang publik (Foto: Freepik)
Ilustrasi seorang aktivis perempuan menyuarakan aspirasinya di ruang publik (Foto: Freepik)
Ilustrasi seorang aktivis perempuan menyuarakan aspirasinya di ruang publik (Foto: Freepik)
Ilustrasi seorang aktivis perempuan menyuarakan aspirasinya di ruang publik (Foto: Freepik)

“Di tingkat nasional sudah ada Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan, tetapi di Jawa Barat belum. Ini menjadi tugas kami di Komisi V agar KPAI dapat dibentuk di setiap daerah guna memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak,” tutupnya.

Saat ini, Shela dan rekan-rekannya terus menyuarakan aspirasinya. Komentar seksis yang ia terima tidak mematahkan semangatnya, justru menjadi bahan bakar untuk terus memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender di ruang publik.

Aksi Demo ‘Indonesia Gelap’ di Purwakarta

Sejumlah anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari kampus se-Purwakarta yang tergabung dalam Aliansi BEM Purwakarta menggelar aksi demonstrasi di sejumlah titik di Kabupaten Purwakarta dan kantor DPRD Kabupaten Purwakarta dan pada Jumat sore, 21 Februari 2025 lalu.

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan “Indonesia Gelap” yang menyuarakan tuntutan rakyat dan menolak kebijakan yang dianggap anti-rakyat.

Koordinator Aliansi BEM Purwakarta, Shela Amelia, menyampaikan bahwa aksi ini didorong oleh keprihatinan terhadap kondisi Indonesia yang dinilai semakin terpuruk.

Baca Juga:  Punya Masalah Dengan Rambut Anda? Coba Atasi Dengan Manfaat Lengkuas

Ia menilai pemerintah telah gagal memenuhi amanat konstitusi dan cita-cita kemerdekaan, dengan kebijakan-kebijakan yang justru menindas rakyat kecil.

“Indonesia tengah berada dalam kegelapan. Pemerintah yang seharusnya menjadi pelindung rakyat justru menjauhkan diri dari amanat konstitusi dan cita-cita kemerdekaan,” ujar Shela.

Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mencederai hak-hak rakyat. Mulai dari pemangkasan anggaran pendidikan hingga eksploitasi sumber daya manusia dan alam yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

“Kegelapan ini menyelimuti semua aspek kehidupan. Pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, bahkan ruang demokrasi kian dipersempit,” tegasnya.

Dalam aksi ini, Aliansi BEM Purwakarta mengajukan delapan tuntutan utama:

  1. Cabut instruksi presiden nomor 1 tahun 2025 terkait efisiensi anggaran yang tidak berpihak pada rakyat!
  2. Kembalikan anggaran pendidikan pagu awal, naikkan anggaran pendidikan terutama dana operasional PTN-BH, PTS, dan Beasiswa!
  3. Perluas akses pendidikan tinggi kepada anak kelas buruh dan kaum tani yang selama ini dihalangi oleh biaya pendidikan yang tinggi!
  4. Realisasikan anggaran tukin dosen!
  5. Evaluasi total program Makan Bergizi Gratis!
  6. Efisiensi dan rombak kabinet Merah Putih!
  7. Hapuskan multi fungsi ABRI! Keterlibatan militer dalam sektor sipil berpotensi menciptakan represi dan menghambat kehidupan yang demokratis.
  8. Mendesak Presiden untuk mengeluarkan peraturan pemerintahan pengganti UU perampasan aset!
Baca Juga:  Cegah Penyebaran Antraks, Empat Pasar Hewan di Purwakarta Ditutup Sementara

Shela menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan yang ada saat ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.

Pihaknya menilai pemotongan anggaran pendidikan, pengabaian kesejahteraan tenaga pendidik, hingga privatisasi pendidikan adalah bukti bahwa negara telah gagal menjalankan tanggung jawabnya untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Shela menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar demonstrasi, tetapi juga gerakan moral untuk mengembalikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kami berjuang untuk Purwakarta dan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera, di mana hak, suara, dan kesejahteraan rakyat menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Baca Juga:  Hyundai Internusa Purwakarta Hadirkan Hyundai Creta Dengan Berbagai Fitur Terbaiknya

Setelah menggelar orasi di sejumlah titik dan di depan DPRD Kabupaten Purwakarta, massa aksi Indonesia Gelap akhirnya diizinkan masuk ke gedung wakil rakyat tersebut.

Sekitar pukul 18.00 WIB, perwakilan mahasiswa dari berbagai BEM kampus di Purwakarta itu diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Entis Sutisna, bersama Dias Rukmana di ruang sidang gedung parlemen.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan DPRD Purwakarta itu menandatangani sejumlah tuntutan mahasiswa, yang selanjutnya akan diteruskan ke DPR RI.

“Tuntutan kawan-kawan mahasiswa akan kita teruskan ke lembaga yang lebih tinggi, dalam hal ini DPR RI,” ujar Entis Sutisna.(red)

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di Jabarnews.com dengan judul: Silenced by Sexism, Shackled by Patriarchy: Democracy Unfriendly to Women

1 2 3
Patriarki Purwakarta Ruang Publik Seksisme
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Diskanak Purwakarta Periksa Kesehatan Kuda, Deteksi Dini AHS dan Strangles Diperkuat

Senin, 21 September 2026

Proton Super Cup Pelajar 2026 Sukses Digelar Di Purwakarta, Berikut Daftar Sekolah yang Jadi Juara

Senin, 21 September 2026

Daya Tarik Sasak Panyawangan Purwakarta: Jembatan Bambu Ikonis dengan View Gunung Parang

Senin, 21 September 2026

Warga Purwakarta, Ini Cara Dapat Cashback Rp25 Ribu dari BJB

Senin, 21 September 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.