Langkah pertama adalah mengoptimalkan pengiriman sampah ke TPPAS Legok Nangka dengan target mencapai 450 ton per hari.
Jika dapat direalisasikan sesuai rencana, upaya ini diharapkan membantu mengurangi beban sampah di wilayah Kabupaten Bandung.
Langkah kedua adalah menyiapkan fasilitas pengolahan di Cicukang. Tempat tersebut direncanakan menjadi lokasi penampungan dan pemilahan awal sebelum sampah residu dikirim ke Legok Nangka.
Melalui skema ini, alur pengelolaan sampah diharapkan menjadi lebih teratur. Sampah yang masih bisa dipilah atau diolah juga diharapkan dapat ditangani sebelum masuk ke tahap pemrosesan akhir.
Ruli menjelaskan bahwa Kabupaten Bandung hingga kini belum memiliki tempat pemrosesan akhir sampah mandiri yang dikelola sendiri.
Karena itu, kerja sama dengan TPPAS Legok Nangka diperlukan dan menjadi salah satu bagian penting dalam rencana penanganan sampah daerah.
Kebutuhan tersebut semakin mendesak seiring meningkatnya volume sampah yang harus ditangani setiap hari.
Meski demikian, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kesiapan fasilitas dan pengangkutan.
