Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Ragam

Makin Waspada! Virus Corona Varian Delta Plus Sudah Masuk Indonesia

By RedaksiRabu, 28 Juli 2021

PURWAKARTAUPDATE.com | Kemunculan varian baru virus corona, yakni varian Delta Plus di India beberapa waktu lalu sempat jadi sorotan lantaran dikhawatirkan bisa memicu gelombang baru COVID-19. 

Berdasarkan laporan NBC News per 2 Juli lalu, varian Delta Plus sudah diidentifikasi di 11 negara, termasuk Amerika Serikat. Namun, saat ini varian Delta Plus sudah masuk Indonesia.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio membenarkan bahwa varian Delta Plus atau varian bernama resmi AY.1 sudah masuk Indonesia. 

Disebutkan, sudah ada tiga kasus varian Delta Plus yang tersebar di dua wilayah Indonesia. “Sudah ada di Mamuju (Sulawesi Barat) dan Jambi,” ujar Prof Amin, dikutip dari Detik, Selasa (27/7/2021).

Baca Juga:  Besaran Zakat Fitrah Tahun 2003 Untuk Wilayah Purwakarta, Subang dan Karawang

Lantas, apa perbedaan varian Delta dengan varian Delta Plus?

Mengutip tayangan video WHO di Twitter, Kepala Ilmuwan WHO Dr Soumya Swaminathan memberikan penjelasan tentang varian Delta dan Delta Plus.

Soumya mengatakan, varian Delta pertama kali terdeteksi di India, dan tercipta berkat gabungan mutasi, sehingga menyebabkan varian tersebut menjadi lebih menular ketimbang virus aslinya.

“Varian Delta setidaknya dua kali lebih menular dibandingkan dengan virus aslinya. Artinya, jika seseorang terinfeksi varian itu, mereka kemungkinan akan memiliki viral load lebih tinggi,” kata Soumya, seperti dilansir Kompas.

Dia mengatakan, viral load yang lebih tinggi itu menyebabkan pasien yang terinfeksi lebih mudah menularkan virus terhadap orang lain.

Baca Juga:  Muspika Sukasari Gelar Tarawih Keliling Bulan Ramadhan Bersama Vaksinasi Covid-19

“Dan oleh karena itu, kemungkinan satu orang tidak hanya dapat menularkan virus ke dua orang, tetapi dapat menularkan virus ke empat, enam, atau bahkan delapan orang,” ujar dia.

Kendati demikian, Soumya menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 yang saat ini beredar dan didistribusikan ke masyarakat, sejauh ini masih efektif, setidaknya mencegah sakit parah yang ditimbulkan dari infeksi virus corona.

Sementara itu, Soumya menjelaskan bahwa penyematan kata Plus pada varian Delta adalah karena varian itu diketahui telah mengalami mutasi lebih lanjut. Mutasi tersebut juga ditemukan pada varian Beta dan juga varian Gamma.

“Mutasi itu memiliki potensi untuk memengaruhi respons antibodi dalam melawan virus. Sehingga, ada sedikit kekhawatiran bahwa varian ini akan menjadi lebih mematikan, karena ia menjadi lebih kebal terhadap obat-obatan dan vaksin,” kata Soumya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bantu Bayari Denda Warga Purwakarta yang Terjaring Razia PPKM Darurat

Akan tetapi, menurut Soumya, segi positifnya adalah kasus yang terkait dengan varian Delta Plus masih sangat jarang ditemukan, bahkan secara global.

“Jadi apa yang harus dilakukan? Kita harus terus mengawasi varian ini. Kita harus meningkatkan kapasitas pengurutan genom di berbagai negara di seluruh dunia. Sehingga kita bisa melacak perkembangannya,” ujar Soumya.

Selain itu, penelitian lebih lanjut terkait varian Delta Plus juga harus terus dilakukan, untuk mengungkap karakteristik-karakteristik lain yang mungkin dimiliki varian ini.

“Kita harus melacak dan mengumpulkan informasi terkait itu,” kata Soumya.(Red)

Berita Purwakarta Corona Varian Delta Plus Covid-19 di Purwakarta Purwakarta Update Varian Delta Varian Delta di Purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Gerak Cepat! Bupati Purwakarta Om Zein Evakuasi Warga Sinargalih Maniis yang Idap Kanker Payudara

Selasa, 3 November 2026

Sambut Hari Amal Bakti Ke-81, Kemenag Purwakarta Bakal Gelar Acara Di Tiap Kecamatan

Selasa, 3 November 2026

Ikut Meriahkan Kick Off HAB Kemenag Ke-81, Komitmen Kemenhaj Purwakarta Perkuat Kolaborasi

Selasa, 3 November 2026

DPW TESPOIN Jawa Barat Gelar Roadshow di Purwakarta, Penyelenggara Apresiasi Kehadiran Sekdisnakertrans

Minggu, 1 November 2026
Leave A Reply

Are you human? Please solve:Captcha


Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.