Namun, berkat pengelolaan yang tepat sasaran dan inovasi berkelanjutan, angka tersebut melonjak drastis hingga menembus angka sekitar Rp7 miliar.
Kini, fungsi Pasar Sasagaran telah bergeser. Tempat ini tidak lagi sekadar menjadi titik transaksi jual beli kebutuhan pokok harian masyarakat, melainkan telah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di Kabupaten Purwakarta.
“Ini menjadi salah satu wisata kuliner di Purwakarta. Saya yakin ke depannya akan muncul Pasar Sasagaran lainnya di wilayah lain,” tambah Bupati Saepul dengan nada optimistis.
Kuliner Tradisional Sunda Jadi Daya Tarik Utama
Rahasia di balik kesuksesan besar Pasar Sasagaran terletak pada fokus mereka terhadap pelestarian kuliner lokal.
Berbeda dengan pusat perbelanjaan modern atau mal pada umumnya, pasar ini menyajikan berbagai macam makanan dan jajanan tradisional Sunda dengan cita rasa otentik yang mulai langka.
Berbagai ragam kuliner khas tempo dulu dijajakan di sini, menawarkan pengalaman bernostalgia sekaligus memanjakan lidah para wisatawan yang datang dari berbagai daerah luar Purwakarta.
“Karena ada khasnya, makanan-makanan tradisional yang tidak disuguhkan di tempat-tempat lain, dengan ciri khasnya masing-masing,” ungkap Om Zein menjelaskan magnet utama dari pasar tersebut.
Dimanakah Lokasi Pasar Sasagaran?
Bagi Anda yang penasaran dan ingin mencicipi langsung kelezatan kuliner tradisional serta menyaksikan dari dekat geliat ekonomi kreatif di sana, tentu penting untuk mengetahui alamat lengkapnya.
Lokasi Pasar Sasagaran terletak di Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Akses menuju lokasi terbilang cukup mudah dijangkau dari berbagai arah, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kehadiran pasar ini tidak hanya mendongkrak sektor pariwisata daerah, tetapi juga sukses memberdayakan para pelaku UMKM lokal untuk naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
