Sebagian warga masih mengandalkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sumber air tersebut dinilai belum mampu menjamin ketersediaan air ketika kemarau berkepanjangan.
“Masih memanfaatkan sumur bor dengan kedalaman 65 meter, sehingga musim kemarau panjang seperti ini kesulitan air,” ujar Kang Rey, Sabtu (24/10/2026).
Melihat kondisi tersebut, Pemkab Subang berencana mencari solusi jangka panjang. Salah satu upaya yang disiapkan adalah memanfaatkan mata air Cikanyere dengan melibatkan Perumda TRS.
Kang Rey berharap rencana tersebut dapat membantu mencegah warga kembali mengalami krisis air bersih pada masa mendatang.
“Insyaallah, tahun depan kita akan meminta PDAM untuk memasang pipa dari sumber mata air,” pungkasnya.
Direktur Perumda TRS, Lukman Nurhakim, mengatakan Desa Sarireja selama ini belum mendapatkan pelayanan air bersih melalui jaringan perusahaan daerah tersebut.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga masih mengandalkan sumber mata air yang dikelola secara swadaya.
Lukman menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti arahan bupati dengan mengupayakan pembangunan jaringan baru yang terhubung ke mata air Cikanyere.
“Menindaklanjuti perintah Pak Bupati, kami akan upayakan, dilayani dengan jaringan baru dari mata air Cikanyere, dengan jarak sekitar 5 Km,” ucap Lukman.
Menurutnya, langkah berikutnya adalah menelusuri jalur pipa yang memungkinkan untuk dibangun sekaligus menghitung kebutuhan biaya.
Perumda TRS juga akan mengkaji kemungkinan menyalurkan air menggunakan sistem gravitasi. Sistem ini memanfaatkan perbedaan ketinggian sehingga air dapat mengalir tanpa harus selalu menggunakan pompa.
“Kami akan track (menelusuri) jaringan pipa dan biaya yang dibutuhkan. Mudah-mudahan bisa dilayani secara gravitasi,” pungkasnya.
Rencana tersebut diharapkan menjadi solusi bagi warga yang selama ini kesulitan memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau panjang.
Dalam peninjauan ke wilayah terdampak, Kang Rey didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Subang.
Mereka di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta camat setempat.
Pemerintah daerah bersama Perumda TRS selanjutnya perlu mematangkan rencana pembangunan jaringan agar pelayanan air bersih dapat menjangkau warga di wilayah yang terdampak krisis air.