Tak hanya itu, kata dia, kemasan tidak hanya membuat para pembeli menjadi lebih tertarik, namun kemasan produk terutama makanan akan berpengaruh pada kualitas produk agar tetap terjaga.
“Kami melihat potensi besar dari produk-produk lokal ini. Lewat desain, label, dan pengemasan yang lebih menarik, harapannya produk UMKM desa bisa menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan wisatawan yang berkunjung,” ucap Cep Irfan.
Sementara, Kades Pawenang, Romi Taofiq merasa terbantu dengan adanya kegiatan yang dilakukan mahasiswa dari STIE Wikara 2026, khususnya Kelompok 10 KPPM.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas UMKM dalam bidang pemasaran digital dan pengemasan produk.
“Pelatihan ini sangat penting agar pelaku usaha di desa kami mampu bersaing dan meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” ungkap Romi.
Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas kegiatan yang dilaksanakan para mahasiswa di Desa Pawenang.
“Kami berharap para pelaku UMKM bisa lebih baik setelah mengikuti rangkaian pelatihan ini. Khususnya dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” harap Romi. (*)
