Menurutnya, bantuan pompa air tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam memenuhi kebutuhan air saat kondisi debit air berkurang akibat musim kemarau.
Selain pompanisasi, Dinas Pangan dan Pertanian juga melakukan langkah percepatan tanam padi serta mendorong penggunaan varietas tanaman yang memiliki ketahanan terhadap kondisi kekeringan.
“Antisipasi lainnya yaitu percepatan tanam padi dan penggunaan varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan, salah satunya padi biofortifikasi dengan varietas Inpago 13 Fortiz,” jelasnya.
Hadyanto menambahkan, pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap dampak perubahan iklim di lapangan melalui petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
