“Apabila terjadi kekeringan air bersih, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pengurus RT, RW, dan pemerintah desa. Selanjutnya pemerintah desa dapat mengajukan permohonan bantuan kepada kecamatan maupun instansi terkait seperti BPBD, PDAM, dan dinas lainnya agar penyaluran bantuan air bersih dapat dilakukan secepatnya,” ujar Endang.
Ia juga mengingatkan warga untuk menggunakan air secara bijak karena ketersediaan air bersih dan sumber air selama musim kemarau sangat terbatas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan mengutamakan kebutuhan pokok sehari-hari. Jangan menggunakan air secara berlebihan karena bantuan yang tersedia juga terbatas,” katanya.
Selain itu, Endang meminta masyarakat berhati-hati dalam memanfaatkan sumber air alternatif. Menurutnya, warga tidak boleh menggunakan sumber air yang diduga tercemar atau membahayakan kesehatan.
