Massa kemudian berada di sekitar masjid, yang disebut menjadi titik berkumpul sekaligus lokasi pembubaran aksi. Di tempat itulah kontak fisik antara ajudan dan pendemo dilaporkan terjadi.
Tim Ahli Gubernur Kaltim Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno, turut memberikan penjelasan mengenai situasi sebelum insiden.
Ia mengatakan Gubernur Rudy Mas’ud sempat dihadang oleh sejumlah mahasiswa ketika hendak masuk ke area masjid. Menurutnya, saat itu juga terdengar beberapa celetukan dari massa.
“Pada saat Pak Gubernur masuk, sebenarnya sudah dihadang sama teman-teman itu. Walaupun ada celetukan-celetukan kecil,” kata Sudarno.
Insiden tersebut kemudian menjadi sorotan setelah video kejadian beredar di media sosial. Asky pun menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan tidak akan mengulangi tindakannya.
Hingga berita ini disusun, bahan sumber yang digunakan memuat pernyataan permintaan maaf dari Asky serta penjelasan Pemprov Kaltim mengenai awal kejadian.
