Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Peristiwa

Semenanjung Korea Memanas, Ini Pemicu Ketegangan Korut dan Korsel

By Agung IsmawanKamis, 22 Oktober 2026
Pos Perbatasan Korea Utara dan korea selatan. (Foto: AMP)
Pos Perbatasan Korea Utara dan korea selatan. (Foto: AMP)

Jin menolak tuduhan bahwa tindakan operasional militer Korsel merupakan provokasi. Ia menilai Pyongyang tidak seharusnya mengalihkan tanggung jawab atas meningkatnya ketegangan kepada militer Korea Selatan.

Situasi semakin sensitif setelah Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyampaikan peringatan kepada Seoul.

Ia menuding militer Korea Selatan membahayakan personel Korut melalui tembakan peringatan ketika pasukan Pyongyang melakukan pekerjaan penguatan perbatasan.

Kim Yo Jong juga memperingatkan kemungkinan kembalinya siaran melalui pengeras suara. Langkah semacam itu berpotensi memperburuk hubungan kedua negara yang sebelumnya menunjukkan upaya meredakan ketegangan.

Menurut laporan media pemerintah Korea Utara, Kim menyampaikan bahwa unit militer Korut telah menempati posisi tembak.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Pyongyang ingin memperlihatkan kesiapan militernya menghadapi kemungkinan konflik lebih lanjut.

Sehari sebelumnya, Korea Selatan telah memperingatkan akan mengambil tindakan tegas apabila Korut kembali melakukan provokasi.

Kim Yo Jong juga menyebut Kim Jong Un telah memerintahkan penguatan perbatasan dengan Korea Selatan.

Menurut keterangannya, pemimpin Korut menginginkan wilayah tersebut diperkuat menjadi pertahanan yang sangat sulit ditembus.

Sementara itu, kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan bahwa Marsekal Pak Jong Chon telah memeriksa sejumlah posisi penting di perbatasan.

Dalam laporan tersebut, Pak menekankan pentingnya kesiapan daya tembak pasukan. Ia juga meminta satuan perbatasan siap merespons tindakan yang dinilai mengancam keselamatan personel Korut.

Pyongyang menyatakan bahwa langkah militernya merupakan bagian dari upaya memperkuat pertahanan. Namun, pernyataan tersebut muncul di tengah saling tuduh antara kedua negara mengenai pihak yang bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan.

Meningkatnya aktivitas militer di perbatasan berpotensi menghambat upaya perbaikan hubungan Seoul dan Pyongyang.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebelumnya berupaya membuka kembali jalur diplomasi dengan Korea Utara. Namun, saling tuduh mengenai ranjau, pelintasan perbatasan, dan tembakan peringatan menambah kerumitan situasi.

Ancaman untuk mengaktifkan kembali siaran pengeras suara juga dapat memperbesar ketegangan. Kedua pihak kini menghadapi tantangan untuk mencegah insiden di perbatasan berkembang menjadi konflik yang lebih serius.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada tindakan militer kedua negara serta kemungkinan dibukanya kembali komunikasi untuk menyelesaikan sengketa.

Baca Juga:  Tok! Korea Selatan Resmi Beri Bebas Visa untuk Turis Indonesia

Hingga informasi dalam laporan sumber tersebut disampaikan, Korea Utara dan Korea Selatan masih saling menyalahkan terkait meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

1 2 3
Kim Jong Un Kim Yo Jong konflik perbatasan Korea Selatan Korea Utara politik internasional Semenanjung Korea Zona Demiliterisasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Kartu E Toll Jatuh, Mobil Listrik Tabrak Truk dan Bus Trans Jakarta di Tol Ancol

Rabu, 21 Oktober 2026

Ceramah Habib Alwi Assegaf Tuai Kritik, Kemenag Ingatkan Etika Dai

Rabu, 21 Oktober 2026

Dua Pemuda Dibacok di Bandung Kulon, Polisi Buru Kelompok Bermotor

Selasa, 20 Oktober 2026

Habitat Rusak akibat Karhutla, Ribuan Orangutan di Kalimantan Terancam

Senin, 19 Oktober 2026

Comments are closed.

Terpopuler

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Kisah Keluarga Atmanagara, Keturunan Perintis Purwakarta dan Bogor yang Multi-Talenta

Selasa, 1 Juli 2025

PATRAS dan Karang Taruna RW 06 Sukajadi Santuni Anak Yatim di Momen Hari Jadi Purwakarta

Senin, 22 Juni 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

Selasa, 21 Juli 2026

Diduga Usai Berselisih dengan Sekelompok Pemuda, Sekuriti Ditemukan Tewas di Tanggul Kayat Jatiluhur

Jumat, 24 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.