“Alhamdulillah api bisa kami padamkan dengan waktu sekitar 53 menit,” katanya.
Lokasi kebakaran yang berada tidak jauh dari kawasan perumahan sempat menimbulkan kekhawatiran.
Namun, petugas berhasil membatasi penyebaran api sehingga tidak mencapai bangunan di kompleks tersebut.
“Area terbakar semak belukar. Lokasinya berdekatan dengan komplek. Tapi berkat kesigapan petugas, api tidak melebar ke komplek tersebut,” jelas Iman.
Disdamkar Kabupaten Bandung mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan maupun alang-alang sembarangan.
Iman menilai, kebakaran bisa sulit dikendalikan ketika api bertemu angin kencang. Karena itu, pembakaran lahan perlu dihindari, terutama saat kondisi lingkungan rawan kebakaran.
“Jadi kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan, tidak membakar alang-alang untuk kepentingan apapun atau merasa dalam jangkauan dia membakarnya itu gitu,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan arah dan kecepatan angin dapat membuat api menyebar di luar perkiraan.
“Pasti nanti angin datang, apalagi kalau malam, angin kencang gitu, pasti dia nanti gak bisa tertangani gitu posisinya,” tambahnya.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Api hanya membakar area semak belukar dan berhasil dicegah agar tidak menjangkau bangunan perumahan.
“Tidak ada korban jiwa alhamdulillah,” kata Iman.
Sebagai langkah pencegahan, ia mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk melalui ronda malam. Dengan begitu, potensi kebakaran bisa diketahui sejak awal sebelum api membesar.
Iman juga mengimbau masyarakat agar menghindari kebiasaan membakar sampah yang berisiko memicu kebakaran.
“Jadi ketika api masih kecil sudah bisa ditangani. Terus hindari bakar-bakar sampah lah,” pungkasnya.
