“Keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih. Mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat,” kata pendakwah dalam rekaman tersebut.
Pernyataan lain dalam video itu juga menuai kecaman karena dinilai merendahkan perempuan berusia lanjut yang menghadiri majelis.
“Nggak ada pahalanya ceramah depan emak-emak, ngotor-ngotorin mata. Tapi kalau perawan seger. Maaf-maaf nih, ane begini, aye tukang becanda,” ucapnya dalam rekaman tersebut.
Polemik ini kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya etika dalam berdakwah. Kemenag berharap para pendakwah menyampaikan pesan agama dengan cara yang mendidik, santun, dan tetap menghormati martabat setiap orang.
