Setelah sinyal SOS berbunyi, petugas pengamanan kereta atau PAM Walka segera menuju gerbong kelima. Mereka melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah ada keadaan darurat yang membutuhkan penanganan.
Dari hasil pengecekan, petugas tidak menemukan kondisi darurat yang berkaitan dengan bunyi alarm tersebut. Dengan demikian, kejadian itu dipastikan berasal dari tombol yang tertekan secara tidak sengaja.
Penanganan kemudian dilanjutkan setelah rangkaian tiba di Stasiun Jakarta Kota. Petugas perawatan sarana mematikan alarm yang masih berbunyi.
“Setiba di Stasiun Jakarta Kota, petugas perawatan sarana menindak lanjuti dengan mematikan alarm indikasi tersebut,” ungkap Leza.
