Close Menu
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Terpopuler

751 Sekolah Swasta Jabar Siap Tampung Siswa yang Tak Masuk Negeri

Senin, 15 Juni 2026

Ratusan Jemaah Haji Kloter 12 KJT Tiba Di Purwakarta, Satu Orang Masih Dirawat Di Arab Saudi

Rabu, 10 Juni 2026

Dedi Mulyadi Bakal Prioritaskan Pembangunan Mushola di Jawa Barat

Sabtu, 13 Juni 2026

Tinjau SPMB Jabar, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik

Rabu, 10 Juni 2026

Bentuk Pelayanan Masyarakat, Polres Purwakarta Tempatkan Personel Sambut Kepulangan Jemaah Haji

Rabu, 10 Juni 2026
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Purwakarta Update
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ragam
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Citizen Journalism
Peristiwa

5 Fakta Tragis Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas di Tangan Preman

By RedaksiSenin, 6 April 2026
Olah TKP kasus pemilik hajatan tewas dikeroyok preman Purwakarta.
Ilustrasi pengeroyokan (Foto: Net)

PurwakartaUpdate.com, Purwakarta – Aksi premanisme berujung maut mengguncang warga Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Seorang pemilik hajatan tewas setelah sekelompok pemuda mengeroyoknya saat pesta pernikahan sang anak, Sabtu (4/4/2026).

Insiden tragis ini meledak karena korban berani tolak jatah preman (japrem) yang diminta oleh sekelompok orang yang diduga preman kampung di tengah acara pernikahan anaknya.

Polres Purwakarta kini bergerak cepat memburu para pelaku yang melarikan diri. Berikut adalah deretan fakta pilu terkait kasus pengeroyokan di Purwakarta tersebut:

1. Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Duka

Keluarga Dadang awalnya menggelar resepsi pernikahan dengan penuh suka cita. Namun, suasana berubah mencekam saat sekelompok pemuda datang dan sengaja memicu keributan. Korban yang berusaha menenangkan keadaan justru menjadi sasaran utama penganiayaan para pelaku.

Baca Juga:  Warga Purwakarta Siap-siap! Besok Sidang Isbat, Lebaran 2026 Berpotensi Beda

Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi mengonfirmasi dugaan keributan tersebut. Menurutnya, pemukulan itu mengakibatkan korban langsung jatuh tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

2. Berawal dari Pemalakan Rp500 Ribu

Tragedi ini murni dipicu oleh aksi pemalakan secara terang-terangan. Adik korban, Wahyudin, menyebut bahwa para preman di Purwakarta itu awalnya meminta uang keamanan.

Ia mengungkapkan pihak keluarga sempat memberikan Rp100 ribu, namun kelompok tersebut kembali menodong uang Rp500 ribu satu jam kemudian.

“Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp 100 ribu,” ujar Wahyudin. Penolakan korban terhadap permintaan kedua inilah yang menyulut aksi pengeroyokan terhadap korban.

Baca Juga:  Tabrakan Bus Renggut Dua Nyawa di Tol Cipali, Begini Kronologisnya

3. Pengeroyokan Secara Brutal di Luar Tenda

Konflik memanas hingga bergeser ke area luar tenda resepsi. Wahyudin menyaksikan kakaknya dikeroyok oleh tiga orang pemuda secara brutal.

Bahkan, Wahyudin sendiri mengaku sempat menjadi sasaran serangan kelompok yang diperkirakan berjumlah delapan orang.

“Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang,” tutur Wahyudin.

Akibat luka parah yang diderita, Dadang mengembuskan napas terakhirnya meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat.

4. Hantaman Belahan Bambu di Kepala

Penyidik kepolisian menemukan bukti kekerasan fisik yang sangat fatal di tempat kejadian perkara. Berdasarkan hasil olah TKP, para pelaku menggunakan alat bantu berupa belahan bambu untuk melumpuhkan korban secara sadis.

Baca Juga:  Kepala Lapas Purwakarta Beserta Staf Kunjungi Markas Polres Purwakarta

“Dari TKP kita menemukan sebuah belah bambu ya, bambu yang dipukulkan ke sekitar kepala korban,” jelas AKP Enjang Sukandi.

Hantaman benda tumpul pada bagian vital tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama korban kehilangan kesadaran.

5. Polisi Sudah Kantongi Identitas Pelaku

Satreskrim Polres Purwakarta memastikan pengejaran pelaku menjadi prioritas utama. Hingga saat ini, tim gabungan terus melakukan pemeriksaan maraton terhadap saksi-saksi dan mengidentifikasi anggota kelompok pengeroyok yang melarikan diri.

“Sudah teridentifikasi pelaku yang melakukan peristiwa penganiayaan tersebut,” tegas Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Uyun Saeful Uyun.

Pihaknya berkomitmen menindak tegas para pelaku demi menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Purwakarta.(red)

Aksi Premanisme Jatah Preman Pernikahan Purwakarta Polres Purwakarta Purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link

Berita Lainnya

Perkuat Mitigasi Karhutla, Perhutani Purwakarta Siaga Hadapi Kemarau

Kamis, 11 Juni 2026

Hari Jadi Purwakarta 2026 Siap Digelar, Catat Jadwal dan Lokasi Kegiatannya

Selasa, 9 Juni 2026

Viral Isu Aksi Balas Dendam Kasus Curanmor di Purwakarta, Polisi: Jangan Percaya Hoaks

Senin, 1 Juni 2026

Kepergok Saat Beraksi, Terduga Pelaku Curanmor Di Purwakarta Tewas Diamuk Massa

Sabtu, 30 Mei 2026

Comments are closed.

Terpopuler

751 Sekolah Swasta Jabar Siap Tampung Siswa yang Tak Masuk Negeri

Senin, 15 Juni 2026

Ratusan Jemaah Haji Kloter 12 KJT Tiba Di Purwakarta, Satu Orang Masih Dirawat Di Arab Saudi

Rabu, 10 Juni 2026

Dedi Mulyadi Bakal Prioritaskan Pembangunan Mushola di Jawa Barat

Sabtu, 13 Juni 2026

Tinjau SPMB Jabar, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik

Rabu, 10 Juni 2026

Bentuk Pelayanan Masyarakat, Polres Purwakarta Tempatkan Personel Sambut Kepulangan Jemaah Haji

Rabu, 10 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Privacy Policy
  • Indeks
© 2026 purwakartaupdate.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.