Workshop Literasi Bertajuk ‘Purwakarta Makin Cakap Digital’ Sukses Digelar di Jatiluhur

Ketua AMSI Jawa Barat, Riana A Wangsadiredja saat memberikan materi dalam workshop Literasi Digital. (Jabarnews)

Menurut, Ketua AMSI Jawa Barat, Riana A Wangsadiredja, kerja-kerja literasi, sebagaimana lazimnya kerja di sektor edukasi pemberdayaan masyarakat, adalah kerja yang menuntut ketelatenan dan kesabaran dengan hasil yang tak dapat dengan instan seketika muncul di depan mata.

“Mengutip ungkapan filsuf Yunani kenamaan, Aristoteles, the roots of education are bitter, but the fruit is sweet. Tentu saja buah kesabaran dalam edukasi adalah peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan,” ucap Riana, saat ditemui di Pondok Pesantren Al-Irfan, Rabu (25/5/2022).

Literasi digital, kata dia, menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia yang memiliki pengguna Internet tak kurang dari 204,7 juta jiwa, dengan 191,4 juta diantaranya adalah pengguna media sosial.

Baca Juga:  Curah Hujan Tinggi, BPBD Purwakarta Minta Warga Waspada Terutama di Lokasi Rawan Bencana

“Melalui kegiatan workshop literasi digital ini tentunya menjadi jawaban tantangan itu tersendiri, karena penggunaan media sosial yang besar tersebut belumlah seiring dengan dengan kemampuan literasi digital yang memadai warganet Indonesia dalam berpikir kritis, etika bermedia sosial, menghormati privasi, serta menjaga data pribadi dan keamanan digitalnya,” jelas Riana.

Ia menyebut, tanpa kemampuan literasi digital yang memadai, makapenggunaan Internet justru akan meningkatkan problematika tersendiri semisal maraknyahoaks, pencurian data pribadi serta ujaran kebencian/SARA.

Baca Juga:  Lapas Purwakarta Gelar Tes Warga Binaan Untuk Cegah TBC dan Aids

Disisi lain, sambung Riana, Internet, termasuk penggunaan media online, media sosial dan media percakapan secara positif, kreatif dan produktif diyakini dan dapat dibuktikan sebagai salah satu upaya mendorong bergeliatnya roda perekonomian baik di tingkat individu, komunitas maupun kewilayahan tertentu.

“Internet dapat menjadi kanal unggulan dalam mempromosikan potensi perekonomian suatu daerah, semisal potensi wisata, potensi produksi UMKM serta potensi agrikultur yang selaras dengan kegigihan individual dan kerja kolaborasi komunal. Jadi dengan adanya kegiatan ini, bisa memberikan pemahaman dalam menggunakan media sosial dengan baik,” tutur Riana.(Gin)

Baca Juga:  Komsos Kreatif, Batalyon Armed 9 Pasopati Gelar Diklat Kepemimpinan Pelajar