Ia menjelaskan, seluruh proses perancangan kemitraan ini dibingkai erat dalam spirit Kurikulum Berbasis Cinta.
“Melalui pendekatan humanis yang penuh rasa kepedulian tersebut, MAN Purwakarta berikhtiar mendampingi setiap potensi siswa dengan empati mendalam,” Ucapnya.
Menurutnya, impian para pelajar untuk berkuliah di luar negeri disikapi bukan sebagai beban akademis yang menakutkan, melainkan sebagai ruang tumbuh yang menyenangkan, inklusif, dan sarat akan dukungan moral dari seluruh sivitas akademika.
“Setiap siswa memiliki potensi emas yang berhak mendapat ruang tumbuh terbaik. Melalui penjajakan kerja sama beasiswa internasional dengan Marwadi University India ini, kami ingin membuktikan bahwa lulusan madrasah memiliki peluang yang sama luasnya untuk bersaing di arena global. Berlandaskan Kurikulum Berbasis Cinta, kami hadir untuk merawat harapan mereka, memberi keyakinan bahwa cita-cita setinggi apa pun dapat diraih jika diawali dengan niat tulus dan bimbingan yang penuh kasih sayang,” tegas Wahyudin
Melalui penjajakan awal ini, Ia berharap, akan segera terwujud kesepakatan formal yang membuka jalan bagi para siswa MAN Purwakarta untuk menggapai beasiswa di Marwadi University India.
“Melalui terjalinnya kemitraan ini, MAN Purwakarta optimis dapat terus menghadirkan pendidikan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu mencetak generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” Tegas Wahyudin.
Kehadiran program internasional ini kian mengukuhkan posisi MAN Purwakarta sebagai lembaga pendidikan keagamaan unggulan yang konsisten menyelaraskan keagungan akhlak mulia, kedalaman ilmu pengetahuan, dan visi global berdaya saing tinggi. (*)
