Syamsi menyebut, pemikiran untuk mendaftar haji sejak dini dinilai sangat wajar. Selain karena lamanya antrian untuk berkunjung ke Baitullah yang mencapai 26 tahun, rangkaian ibadah haji juga cenderung kepada ibadah fisik sehingga memerlukan kemampuan fisik yang sehat dan prima dari para jemaah.
“Ya, yang paling pas memang berhaji selagi muda sehingga fisiknya lebih prima dan sesuai dengan karakter ibadah haji. Untuk itu kami mengajak adik-adik siswa, para guru serta orang tua untuk mendorong putra-putrinya segera daftar haji menunaikan ibadah rukun Islam kelima,” ucap Syamsi.
Ia menambahkan Kemenhaj Kabupaten Purwakarta Goes To School ini menjadi wake-up call agar perencanaan ibadah haji tidak ditunda hingga usia senja.
“Semakin dini seseorang merencanakan keberangkatan haji, semakin besar peluang untuk menunaikan ibadah pada usia yang lebih produktif. Ke depannya, kami berharap semakin banyak siswa-siswi MAN Purwakarta yang mendaftar dan meniatkan diri untuk melaksanakan ibadah haji,” kata Syamsi.
Sementara, Kepala MAN Purwakarta, H. Wahyudin mengatakan, bahwa edukasi mengenai perencanaan haji sejak dini menjadi kebutuhan yang semakin mendesak apabila melihat kondisi penyelenggaraan ibadah haji saat ini.
“Bagi dunia pendidikan, kolaborasi antara sekolah dan Kemenhaj Kabupaten Purwakarta menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pembinaan karakter generasi muda dalam merencanakan ibadah haji di usia produktif,” Ungkapnya.
Wahyudin menegaskan bahwa pendidikan di MAN Purwakarta tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan akhlak peserta didik maupun tenaga pendidik.
“MAN Purwakarta terus menghadirkan ruang edukasi yang mempertemukan aspek keagamaan, pendidikan, dan perencanaan keuangan dalam satu kegiatan. MAN Purwakarta terus berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang membentuk manusia secara utuh, tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga matang secara spiritual, berkarakter, dan memiliki orientasi nilai dalam kehidupan,” tegasnya. (*)
