2. Keandalan dan Pasokan Energi Listrik
Infrastruktur AI memerlukan daya listrik yang sangat tinggi. Meskipun kawasan Jatiluhur memiliki daya terkontrak hingga 845 MVA, penggunaan energi skala besar ini harus dihitung secara presisi agar tidak mengganggu keandalan sistem kelistrikan di Jawa Barat, khususnya wilayah Purwakarta. Proyeksi nasional menunjukkan kebutuhan kapasitas data center Indonesia akan melonjak dari 580 MW saat ini menjadi 3,5 GW pada 2030.
3. Pengelolaan Limbah Elektronik dan Baterai
Siklus hidup data center yang diproyeksikan beroperasi hingga 20 tahun membawa konsekuensi berupa limbah elektronik (e-waste) dan baterai bekas. Pengelolaan limbah ini harus dipastikan sejak awal operasional hingga masa decommissioning, lengkap dengan kepastian ketersediaan teknologi daur ulang di Jawa Barat.
4. Transfer Teknologi dan Manfaat untuk Warga Lokal
Dini berharap kehadiran fasilitas ini tidak sekadar menjadikan Purwakarta sebagai tempat menaruh server, melainkan mampu membina ekosistem AI yang berkelanjutan. Masyarakat lokal diharapkan mendapatkan kesempatan menjadi teknisi dan engineer, serta adanya alokasi kapasitas komputasi khusus untuk mendukung riset daerah.
Komitmen Mitigasi Jangka Panjang
Tim ahli menegaskan bahwa peninjauan ini bukan bentuk penolakan terhadap investasi teknologi, melainkan langkah kehati-hatian untuk mengantisipasi risiko jangka panjang. Keempat variabel tersebut wajib diverifikasi dan diikat dalam kesepakatan tertulis yang jelas sebelum proyek dilanjutkan.***
