PurwakartaUpdate.com – Pabrikan otomotif ternama asal Jepang, Mitsubishi Motors, kembali menghentak panggung otomotif global melalui gelaran SEMA Show.
Kali ini, Mitsubishi secara resmi memperkenalkan Mitsubishi Outlander Diamond Trail Edition (Model Year 2028).
Diperuntukkan bagi para pecinta petualangan, SUV ini hadir sebagai varian adventure-rugged yang dikembangkan khusus untuk melibas berbagai medan off-road tingkat medium hingga ekstrem ringan.
Kehadiran Outlander Diamond Trail Edition menjadi sinyal kuat bahwa Mitsubishi siap bersaing ketat di segmen crossover off-road yang kian diminati pasar global.
Performa Mesin Turbo dan Ketangguhan Khas S-AWC
Dapur pacu Mitsubishi Outlander Diamond Trail Edition mengusung mesin 1.5 Liter (1.500 cc) 4-Silinder Direct Injection Turbocharged.
Mesin efisien namun bertenaga ini mampu memuntahkan daya maksimal hingga 174 HP (Horsepower).
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi Automatic CVT (Continuous Variable Transmission) yang dilengkapi dengan rasio virtual 8-percepatan untuk memberikan akselerasi yang halus sekaligus responsif.
Untuk menunjang kemampuan jelajahnya, SUV ini dibekali sistem penggerak roda legendaris khas Mitsubishi, yaitu Super All-Wheel Control (S-AWC) All-Wheel Drive (AWD).
Ketangguhan kakinya makin mantap berkat penggunaan velg alloy 18-inci berbalut warna hitam eksklusif yang dipadukan dengan ban All-Terrain premium (Nexen Roadian ATX).
Tidak hanya sekadar tampilan, geometri bodi mobil ini juga mendapatkan peningkatan signifikan untuk mengoptimalkan kapabilitas off-road:
-
Approach Angle: Meningkat menjadi 20.5 derajat (dari sebelumnya 18.3 derajat).
-
Departure Angle: Meningkat menjadi 23.1 derajat (dari sebelumnya 22.2 derajat).
Peningkatan sudut ini memungkinkan kendaraan melewati rintangan berbatu atau tanjakan terjal tanpa khawatir bumper terbentur tanah.
Fitur Teknologi Off-Road Canggih: Rock Mode & Kamera 360
Sebagai SUV penjelajah sejati, Mitsubishi menyematkan mode berkendara eksklusif bernama Rock Mode.
Fitur utama pada sistem S-AWC ini bekerja dengan cara mengoptimalkan kontrol rem independen dan pengereman roda yang licin, sehingga menghasilkan traksi maksimum di permukaan berbatu maupun jalanan kasar tak rata.
Saat Rock Mode diaktifkan, sistem Automatic Hill Descent Control akan bekerja secara otomatis untuk menjaga kecepatan mobil tetap stabil dan aman ketika menuruni turunan yang terjal.
Pengemudi juga dimanjakan dengan fitur digital canggih:
-
Off-Road Multi-Information Display: Layar di klaster instrumen yang menyajikan data real-time mengenai distribusi traksi, sudut kemudi (steering angle), slip roda, hingga intervensi traksi.
-
Expanded Multi-View Camera: Kamera 360 derajat yang tetap aktif pada kecepatan rendah saat melewati jalur sempit atau medan berat. Fitur ini mempermudah pengemudi memantau halangan tersembunyi di sekitar roda dan bumper depan.
1 2
