Strategi Membidik Segmen Gaya Hidup, Seni, dan Fesyen
Pasar skutik premium di Indonesia saat ini diakui memiliki persaingan yang sangat ketat.
Selain dominasi merek-merek raksasa asal Jepang yang memiliki basis konsumen luas, segmen ini juga diisi oleh jajaran merek Eropa yang sudah memiliki top of mind kuat di mata masyarakat.
Menghadapi peta persaingan tersebut, Peugeot Motocycles memilih untuk tidak bertarung secara head-to-head menggunakan cara-cara konvensional.
“Market premium skuter ini sudah cukup dikenal dan ramai populasinya. Memang persaingan cukup ketat. Bahkan brand Jepang punya segmen sama. Untuk brand Eropa punya top of mind. Peugeot tidak berusaha bersaing dengan cara yang sama. Untuk premium skuter, tidak bisa hanya kejar experience tapi juga kejar kebutuhan gaya hidup konsumen,” ungkap Erlangga.
Sebagai langkah terobosan, PT Permata Otomotif Indonesia mengambil jalur pendekatan baru (niche market) yang menyasar gaya hidup, seni, dan fesyen.
“Makanya kami mendekati kolam yang belum tersentuh pada umumnya seperti ke dunia fashion, art, dan gallery,” jelas Erlangga menambahkan.
Desain Futuristik dan Fitur Modern
Untuk mendukung positioning-nya sebagai kendaraan pendukung gaya hidup kelas atas, Peugeot Django Evo 125 dibekali estetika desain yang memikat dan modern.
Secara visual, Django Evo menyajikan garis bodi yang tegas, memberikan kesan tegas namun tetap elegan. Tampilannya makin futuristik berkat penyematan sistem pencahayaan full LED di bagian depan.
Tak kalah menarik, lampu belakangnya dirancang dengan karakter khas Peugeot yang ikonis, membuat pengendara tampil beda dan menjadi pusat perhatian di jalan raya.***
