Meski demikian, Manchester City menolak hasil tersebut dan telah mengajukan banding. Klub menilai keputusan komisi mengandung sejumlah kesalahan dalam aspek hukum maupun fakta.
Karena itu, proses banding menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan sebelum sanksi akhir ditentukan.
Dalam aturan Premier League, sanksi terhadap pelanggaran keuangan dapat mencakup denda, pengurangan poin, hingga sanksi olahraga lainnya.
Degradasi juga menjadi salah satu kemungkinan yang banyak dibicarakan dalam pemberitaan mengenai kasus Manchester City.
Akan tetapi, belum ada kepastian mengenai besaran pengurangan poin ataupun bentuk hukuman akhir yang akan diterapkan.
Perkara ini juga menjadi perhatian karena keputusan terhadap Manchester City berpotensi memengaruhi persaingan antarklub di Liga Inggris.
Jika hukuman berupa pengurangan poin benar-benar dijatuhkan, posisi City dalam perebutan gelar juara maupun persaingan menuju kompetisi Eropa bisa ikut berubah.
Manchester City masih berupaya membatalkan atau mengubah keputusan komisi independen melalui proses banding.
Klub tersebut sebelumnya menegaskan bahwa mereka memiliki dasar untuk menentang hasil pemeriksaan yang diumumkan Premier League.
Proses ini membuat waktu pengumuman sanksi akhir belum bisa dipastikan. Sejumlah laporan media Inggris memperkirakan penyelesaian perkara masih dapat berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Dengan demikian, kabar mengenai potensi degradasi maupun pengurangan poin besar perlu dipahami sebagai skenario yang masih menunggu kepastian.
Nasib Manchester City selanjutnya akan bergantung pada perkembangan proses banding dan keputusan resmi yang nantinya dikeluarkan oleh otoritas terkait.
