“Kita kerja samakan, jadi nanti kita bareng-bareng untuk segala macam sehingga kalau ada pertandingan-pertandingan berstandar internasional, nanti bisa menggunakan Jalak Harupat,” ujarnya.
Dengan peningkatan fasilitas, stadion yang berada di Kabupaten Bandung diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk mendukung berbagai agenda olahraga.
Namun, pelaksanaan renovasi dan pemenuhan standar pertandingan internasional tetap bergantung pada rencana teknis serta persyaratan yang berlaku.
Bupati Bandung Dadang Supriatna turut menyoroti kapasitas penonton sebagai salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pembahasan standar stadion.
“Kalau ini kan kapasitasnya 35.000. Standarnya 40.000 untuk pertandingan internasional. Kalau 27.000 sudah aman, minimal itu mah internasional,” ujar Dadang.
Sementara itu, data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan bahwa Stadion Si Jalak Harupat memiliki kapasitas 27.166 tempat duduk tunggal setelah menjalani renovasi untuk Piala Dunia U-17 2023.
Perbedaan angka kapasitas yang disampaikan Dadang dan data tersebut perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kebingungan mengenai jumlah kursi yang tersedia saat ini.
Renovasi yang akan dilakukan pada 2027 diharapkan tidak hanya memperbaiki kekurangan yang ada, tetapi juga meningkatkan kualitas fasilitas stadion secara keseluruhan.
Kerja sama antar Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung menjadi bagian dari upaya menyiapkan Si Jalak Harupat agar dapat dimanfaatkan untuk lebih banyak agenda olahraga.
Meski demikian, rincian pekerjaan renovasi, besaran anggaran, dan target penyelesaian belum dijelaskan dalam bahan informasi yang tersedia.
Informasi tersebut perlu ditunggu agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana rencana pembenahan stadion akan dilaksanakan.
