Sebelumnya, Inter juga kalah 1-2 dari Real Madrid pada pertandingan pembuka. Dua hasil negatif tersebut membuat mereka harus segera berbenah jika ingin menjaga peluang melaju ke babak berikutnya.
Catatan buruk Inter tidak berhenti sampai di situ. Mereka tercatat menelan tujuh kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir di kompetisi elite Eropa tersebut.
Dalam rentang pertandingan itu, Inter hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni saat mengalahkan Borussia Dortmund dengan skor 2-0 pada musim lalu.
Kekalahan dari Brugge juga memperpanjang tren negatif Inter. Untuk pertama kalinya, mereka mengalami empat kekalahan secara beruntun di Liga Champions.
Inter Milan masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Mereka dijadwalkan kembali bermain di kandang pada pertandingan berikutnya dengan menghadapi Shakhtar Donetsk.
Laga tersebut menjadi kesempatan penting bagi Inter untuk menghentikan tren buruk sekaligus mengamankan poin perdana di fase liga.
Namun, mereka perlu memperbaiki pertahanan yang kembali kebobolan empat gol saat menghadapi Brugge.
Kekalahan ini juga meninggalkan kekecewaan bagi kubu Inter. Ange-Yoan Bonny mengakui pertandingan tersebut menjadi malam yang sulit bagi timnya.
“Ini malam yang buruk, frustrasi. Kami harus lekas bangkit,” ujar Bonny seperti dikutip dari situs resmi UEFA.
Inter kini dituntut segera menemukan kembali konsistensinya. Jika kembali kehilangan poin pada pertandingan berikutnya, tekanan terhadap Nerazzurri di Liga Champions bisa semakin besar.
