Petugas marshal yang berada di pinggir lintasan awalnya mengibarkan bendera kuning. Namun, demi keselamatan para pebalap serta pembersihan puing-puing motor di lintasan, pihak Race Direction akhirnya mengambil keputusan tegas dengan mengibarkan red flag. Balapan pun dihentikan seketika dan seluruh pebalap diperintahkan untuk kembali ke area pit lane.
Setelah penanganan darurat dan pembersihan area Sirkuit Mandalika selesai dalam kurun waktu sekitar lima menit, penyelenggara memutuskan untuk melanjutkan balapan. Kendati demikian, jumlah putaran yang semula dijadwalkan sebanyak 22 lap terpaksa dipangkas menjadi hanya 14 lap.
Untuk posisi start ulang (restart), panitia menetapkan susunan berdasarkan hasil kualifikasi resmi, bukan berdasarkan urutan posisi terakhir sebelum red flag dikibarkan.
Drama Momen Akhir: Masalah Mesin Escrig Beri Jalan Guevara
Saat balapan kembali dimulai, Alex Escrig yang mengawali restart dari posisi kedua langsung melakukan manuver agresif dan mengambil alih pimpinan perlombaan. Sementara itu, Izan Guevara yang meraih pole position menempel ketat di urutan kedua sambil menanti celah terbaik untuk menyerang.
Di barisan tengah, pertarungan tak kalah sengit terjadi antara Daniel Holgado dan Ivan Ortola untuk memperebutkan posisi podium ketiga. Pemimpin klasemen sementara Moto2, Manuel Gonzalez, tampil sangat cerdik dengan perlahan menembus barisan depan setelah berhasil melewati Ortola dan mendekati Holgado.
Ketika balapan menyisakan dua putaran terakhir dan Escrig berpeluang besar mengamankan kemenangan pertamanya, drama tak terduga terjadi. Sepeda motor yang dikendarai Escrig mendadak mengalami masalah teknis parah hingga kehilangan tenaga. Kegagalan mekanis ini memaksa Escrig menyisir keluar lintasan dan menyegel nasibnya untuk did not finish (DNF).
