Menurutnya, kehadiran berbagai tim dengan kekuatan terbaik membuat turnamen ini menjadi kompetisi yang penting bagi sepak bola ASEAN.
“Banyak tim dalam kompetisi ini diundang atau bergabung dan kami membawa skuad terbaik untuk datang,” lanjutnya.
Chanathip juga tidak melihat FIFA ASEAN Cup sebagai turnamen yang berada di bawah Piala AFF. Baginya, keduanya sama-sama memiliki arti penting sehingga Thailand tetap serius mengejar gelar juara.
“Mudah-mudahan, karena ini merupakan pertama kalinya FIFA mengambil bagian dalam kompetisi di kawasan ASEAN, kami ingin menciptakan sejarah besar dengan menjadi juara dalam kompetisi pertama seperti ini,” kata Chanathip.
Ambisi tersebut kini tinggal selangkah lagi diwujudkan.
Namun, Thailand harus menghadapi tantangan berat karena lawan mereka di final adalah Indonesia yang akan mendapat dukungan penuh puluhan ribu suporter di SUGBK.
Indonesia sendiri lolos ke final sebagai juara Grup A. Pertandingan kedua tim akan menjadi penentu siapa yang berhak mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 untuk pertama kalinya.
Bagi Chanathip dan Thailand, kemenangan atas Indonesia bukan sekadar membawa pulang gelar.
Mereka juga berpeluang menorehkan sejarah sebagai juara perdana kompetisi sepak bola ASEAN yang berada di bawah naungan FIFA.
