Gasperini menilai Roma kehilangan ketenangan ketika menghadapi tekanan Madrid pada menit-menit terakhir. Situasi sepak pojok yang sebelumnya bisa diatasi justru menjadi masalah besar bagi timnya.
“Mereka juga mendapatkan sepak pojok pada babak pertama. Namun, pada menit-menit akhir, kami seolah lumpuh karena rasa takut menghadapi situasi tersebut. Mereka mencetak gol terlalu mudah,” ujar Gasperini kepada Sky Sport Italia dan Amazon Prime Video Italia.
Pelatih asal Italia itu juga menyayangkan hasil akhir yang tidak sebanding dengan penampilan Roma selama pertandingan.
“Ada penyesalan yang mendalam, karena pertandingan yang berjalan seperti tadi seharusnya tidak berakhir dengan hasil seperti ini,” katanya.
Menurut Gasperini, Roma sebenarnya memiliki sejumlah hal positif untuk dipetik dari pertandingan tersebut. Namun, kesalahan pada fase akhir membuat kerja keras para pemain tidak menghasilkan poin.
“Kami harus mengambil sisi positifnya. Meskipun kekalahan ini terasa sangat berat, kami harus segera bangkit. Jika tidak, kami berisiko menyia-nyiakan semua hal baik yang telah kami tunjukkan dalam pertandingan ini,” lanjutnya.
Gasperini juga menyoroti sikap timnya yang terlalu pasif ketika menghadapi bola mati Madrid.
“Hasil ini sangat sulit diterima. Roma tentu telah melakukan banyak hal dengan baik, tetapi sayangnya kami merusaknya sendiri pada akhir laga. Terlepas dari kemampuan Real Madrid dalam situasi bola mati, kami bermain terlalu pasif, dan itu sangat disayangkan,” tegasnya.
Kekalahan dari Real Madrid membuat Roma gagal meraih kemenangan pertamanya di Liga Champions musim ini. Dalam pertandingan sebelumnya, mereka bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce.
Berdasarkan klasemen yang tercantum dalam bahan sumber, Roma berada di posisi ke-25 dengan satu poin dari dua pertandingan. Posisi tersebut membuat mereka belum berada di zona playoff.
Roma kini harus segera mengalihkan perhatian ke kompetisi domestik. Mereka dijadwalkan menjamu Genoa pada Minggu (18/10/2026) pukul 01.45 WIB.
Setelah itu, Roma akan kembali berjuang di Liga Champions dengan menghadapi Slovan Bratislava pada Rabu (21/10/2026) pukul 02.00 WIB.
Laga-laga berikutnya menjadi kesempatan bagi Gasperini dan anak asuhnya untuk memperbaiki performa, terutama dalam mengantisipasi bola mati dan menjaga konsentrasi hingga peluit akhir.
