-
Gangguan Pendengaran
Anak belajar berbicara dengan cara mendengarkan dan meniru suara di sekitarnya. Jika terdapat masalah pada organ pendengaran, seperti infeksi telinga berulang atau kelainan bawaan, proses penyerapan bahasa akan terganggu secara signifikan.
-
Kurangnya Stimulasi dan Paparan Layar Berlebih
Kurangnya interaksi dua arah dengan orang tua atau pengasuh dapat memperlambat kemampuan berbahasa. Selain itu, screen time atau paparan layar (gadget/TV) berlebihan membuat anak menjadi penerima informasi pasif tanpa kesempatan melatih komunikasi verbal.
-
Gangguan Otot Mulut (Oral-Motor)
Sebagian anak mengalami kendala pada koordinasi otot-otot di area bibir, lidah, dan rahang. Koordinasi yang lemah ini membuat mereka kesulitan menghasilkan artikulasi suara atau kata-kata yang jelas.
-
Kondisi Kelainan Lidah (Tongue-Tie)
Kondisi ankyloglossia atau tongue-tie terjadi ketika jaringan di bawah lidah terlalu pendek. Hal ini membatasi pergerakan lidah, sehingga anak kesulitan mengucapkan huruf-huruf tertentu.
-
Autisme (Autism Spectrum Disorder / ASD)
Gangguan spektrum autisme umumnya memengaruhi kemampuan komunikasi verbal maupun non-verbal, serta interaksi sosial anak dengan lingkungan sekitarnya.
-
Gangguan Perkembangan Global (Global Developmental Delay)
Kondisi ini terjadi ketika anak mengalami keterlambatan pada beberapa area tumbuh kembang sekaligus, meliputi motorik, kognitif, hingga kemampuan bahasa.
-
Lingkungan Komunikasi yang Pasif
Suasana rumah yang terlalu sepi atau kebiasaan orang tua yang selalu menuruti keinginan anak sebelum anak berusaha mengucapkannya dapat mengikis dorongan anak untuk belajar bicara.
