Perbedaan mata buram akibat usia dan katarak
Kepala Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ) sekaligus dokter spesialis mata JEC Eye Hospitals and Clinics, dr. Sharita R. Siregar, SpM(K), menyarankan masyarakat menjalani pemeriksaan mata secara rutin.
Menurut dia, skrining penglihatan setidaknya perlu dilakukan setahun sekali untuk mengetahui penyebab gangguan penglihatan secara lebih akurat.
Pemeriksaan ini penting agar keluhan mata buram tidak langsung dianggap sebagai masalah usia, padahal bisa berkaitan dengan kondisi lain yang membutuhkan penanganan medis.
1. Mata buram karena faktor usia
Penurunan kemampuan melihat objek dekat merupakan salah satu perubahan yang umum terjadi seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini dikenal sebagai presbiopia. Penderitanya biasanya mulai kesulitan membaca tulisan kecil, melihat layar ponsel dari jarak dekat, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus pada objek dekat.
Kacamata baca dengan lensa plus dapat membantu mengatasi keluhan tersebut.
Sharita menjelaskan, kebutuhan lensa plus umumnya meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, ukuran yang dibutuhkan setiap orang bisa berbeda.
Karena itu, pemeriksaan mata diperlukan untuk memastikan ukuran kacamata sesuai dengan kondisi penglihatan terkini.
Jika ukuran lensa sudah tidak cocok, kacamata sebaiknya diperbarui berdasarkan hasil pemeriksaan.
2. Mata berkabut bisa menjadi tanda katarak
Berbeda dengan presbiopia, gangguan penglihatan akibat katarak memiliki ciri yang perlu diperhatikan.
Penderita katarak dapat merasakan pandangannya seperti tertutup kabut. Penglihatan terasa semakin buram, seolah-olah ada lapisan yang menghalangi objek di depan mata.
Selain itu, mata juga bisa menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
Salah satu keluhan yang kerap dirasakan adalah silau ketika melihat lampu kendaraan dari arah berlawanan saat berkendara pada malam hari.
Menurut Sharita, kondisi tersebut patut dicurigai sebagai salah satu tanda katarak, terutama jika penglihatan semakin kabur dan silau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, gejala tersebut tidak otomatis memastikan seseorang mengalami katarak. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Jangan langsung menyimpulkan mata hanya perlu ganti kacamata
Kesamaan gejala awal antara penurunan kemampuan melihat akibat usia dan katarak dapat membuat seseorang keliru menilai kondisi matanya.
Sebagian orang mungkin mengira penglihatan yang semakin buram hanya menandakan ukuran kacamata sudah tidak sesuai.
Padahal, jika keluhan disertai sensasi pandangan berkabut atau silau berlebihan, ada kemungkinan gangguan tersebut membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Menunda pemeriksaan karena menganggap mata buram sebagai hal biasa berisiko membuat penanganan masalah mata terlambat dilakukan.
Karena itu, masyarakat disarankan tidak mendiagnosis kondisi mata sendiri, terlebih jika gangguan penglihatan terus memburuk.
Kapan harus memeriksakan mata ke dokter?
Pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan secara berkala, termasuk ketika seseorang mulai kesulitan melihat objek dekat.
