6. Sangat Baik untuk Ibu Hamil
Asam folat (Vitamin B9) dalam buncis sangat penting bagi perkembangan janin. Asupan folat yang cukup selama masa kehamilan dapat membantu pembentukan tabung saraf janin dan menekan risiko cacat lahir seperti spina bifida.
7. Menjaga Kesehatan Organ Mata
Sayuran hijau ini mengandung karotenoid penting, yakni lutein dan zeaxanthin. Kedua senyawa ini bertindak sebagai pelindung retina alami dari bahaya paparan sinar UV dan mencegah risiko degenerasi makula akibat penuaan.
8. Membantu Mengontrol Berat Badan
Buncis sangat cocok dimasukkan ke dalam menu diet harian. Rendah kalori dan lemak, namun tinggi akan air dan serat, buncis memberikan efek kenyang lebih lama sehingga mencegah Anda dari keinginan makan berlebih.
Panduan Cara Mengolah Buncis agar Nutrisinya Tetap Utuh
Untuk mendapatkan kebaikan nutrisinya secara maksimal, proses pengolahan buncis perlu diperhatikan dengan cermat:
-
Persiapan: Cuci bersih buncis di bawah air mengalir sebelum dipotong. Potong kedua ujungnya dan buang serat keras di bagian samping jika buncis sudah agak tua.
-
Hindari Memasak Terlalu Lama (Overcooking): Panas berlebih dapat merusak kandungan Vitamin C dan B kompleks. Gunakan teknik kukus (3–5 menit), tumis cepat dengan minyak zaitun dan bawang putih, atau rebus singkat (blanching) selama 2–3 menit lalu rendam di air es agar warnanya tetap hijau segar.
-
Batasi Minyak dan Santan: Hindari memasak buncis dengan santan kental atau minyak goreng berlebih agar manfaatnya untuk jantung dan penurunan berat badan tidak berkurang.
Catatan Penting: Hindari mengonsumsi buncis mentah dalam jumlah banyak karena kandungan lectin dapat memicu mual.
Selain itu, penderita asam urat dan batu ginjal disarankan membatasi konsumsi buncis karena kandungan purin serta oksalatnya.***
